alexametrics
Rabu, 20 Jan 2021
radarkudus
Home > Politik
icon featured
Politik
Atna Tukiman Buka-bukaan Pilkada Rembang (2)

Komunikasi dengan Hafidz Tetap Baik, Koalisi dengan PPP Pasrah DPP

19 Februari 2020, 14: 59: 34 WIB | editor : Ali Mustofa

BERSAHABAT: Atna Tukiman, Pembina DPD Partai Nasdem Rembang dan Moch. Salim, Ketua Dewan Pertimbangan DPC Demokrat Rembang merupakan sahabat yang peduli dengan Kabupaten Rembang.

BERSAHABAT: Atna Tukiman, Pembina DPD Partai Nasdem Rembang dan Moch. Salim, Ketua Dewan Pertimbangan DPC Demokrat Rembang merupakan sahabat yang peduli dengan Kabupaten Rembang. (DOK. RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG, Radar Kudus - Munculnya koalisi Bumi Bhina Karya yang dibentuk Atna Tukiman (Pembina DPD Partai Nasdem Rembang), Moch. Salim (Ketua Dewan Pertimbangan DPC Demokrat Rembang) dan Budi Setiawan (Kontraktor pemilik PT BRTK) membuat publik Kota Garam heboh. Terlebih Atna Tukiman bakal dipasangkan dengan Umi Jazilah Salim. Bagaimana kelanjutan koalisi ini dan siapa yang bakal diusung?. Wartawan Jawa Pos Radar Kudus Wisnu Aji melakukan wawancara khusus dengan Atna Tukiman baru-baru ini.  

Bagaimana hubungan Pak Atna dengan PPP dan pak Hafidz selepas pertemuan tersebut?

Masih baik. Tidak ada pengaruhnya. Dari dulu sampai sekarang juga baik, tanpa ada kendala pun.

Jika kemungkinan terburuk, pak Bayu tidak mendapat rekomendasi dari PPP. Bagaimana sikap Pak Atna sebagai Dewan Pembina Nasdem?

Apapun keputusan DPP dan DPW. Saya siap melaksanakan.

Pak jika PPP nanti tak lagi dengan Nasdem, apakah Nasdem akan mengusung calon tandingan pada pilkada nanti? Kira kira pak Atna sendiri atau Bu Vivit juga Pak Bayu yang bakal maju?

Sudah jelas tadi. Apapun terserah keputusan DPP. Jadi saya sendiri tidak berani dan mau berandai-andai.

Sajuh ini, nama Pak Atna kan yang paling santer diinginkan koalisi Bumi Bhina karya untuk maju. Bagimana Pak Atna menyikapinya?

Sikap saya masih tetap biasa-biasa saja seperti ini. Bahkan bukan saat ini saja diminta banyak orang, teman dan masyarakat maju untuk calon bupati. Bukan sekali saja, bahkan sudah tiga kali periode pencalonan sudah sering nama saya disebut-sebut untuk mencalonkan diri sebagai calon bupati. Tetapi sudah sering saya katakan dari dulu, habitat saya tidak di situ. Yang jelas saya tetap termasuk bersama dengan teman-teman, berhubung saya orang partai otomatis siap apapun. Sepanjang itu merupakan keputusan partai.

Bahkan waktu itu belum berpartai. Tetapi akhir-akhir ini setelah berpartai dan lain sebagainya apapun saya serahkan DPP. Pak Surya Paloh otomatis.

Pak, Nasdem pada pilkada ini, sepertinya menjadi idaman bagi parpol atau figur calon. Sebut saja ada PKB yang biasanya jarang turun gunung kini merapat, begitu juga Pak Salim. Apa ini berkat Nasdem yang telah mengatongi 7 kursi, atau berkat elektabilitas Pak Bayu ya pak?

Saya tidak bisa jawab. Itu otomatis yang mau menjawab dari teman-teman PKB maupun beliau sahabat saya Pak Moch Salim.

Masih ada keinginan untuk tetap berkoalisi dengan PPP pak?

Itu keputusan DPP. Saya ini kan kepanjangtanganan DPP. Dengan siapupun saya siap. Termasuk dengan Mas Wisnu, tetap siap. Hahaha..

Bagimana rencana deklarasi bersama koalisi pada bulan ini pa?

Yang mana itu. Belum ditentukan. Masalahnya DPP belum memberikan signal kami. Saat ini nunggu signal-signal DPP. Mudah-mudahan bulan-bulan depan, Maret sudah muncul.

Pak apa benar Nasdem dibikin tergantung gara-gara rekom PPP yang tak kunjung turun?

Iya tidak juga. NasDem tetap NasDem, bendera NasDem tetap berkibar. Tidak bergantung siapapun. Tetapi di dunia politik tentunya juga ada komunikasi politik pihak atau banyak partai. Atau dengan partai lain, hal yang biasa. Tidak tergantung-tergantungan.

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP