Senin, 17 Feb 2020
radarkudus
icon featured
Grobogan
Gerakan Literasi untuk Budayakan Baca Tulis

Satu Kepala Sekolah Satu Buku

15 Februari 2020, 15: 08: 11 WIB | editor : Ali Mustofa

DUKUNG LITERASI: Bupati Sri Sumarni bersama Kadinas Pendidikan Amin Hidayat dalam pembukaan gerakan literasi diklat penulisan “Satu Kepala Sekolah Satu Buku” di hotel Kyriad Grand Master Hotel Purwodadi.

DUKUNG LITERASI: Bupati Sri Sumarni bersama Kadinas Pendidikan Amin Hidayat dalam pembukaan gerakan literasi diklat penulisan “Satu Kepala Sekolah Satu Buku” di hotel Kyriad Grand Master Hotel Purwodadi. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Share this      

GROBOGAN, Radar Kudus - Gerakan literasi menulis buku bagi guru dan kepala sekolah terus digaungkan di Kabupaten Grobogan. Bupati Sri Sumarni mengajak agar Kepala Sekolah TK dan SD di Kabupaten Grobogan membudayakan literasi dengan menulis buku.

Hal itu diungkapkan Bupati dalam kegiatan diklat penulis “Satu Kepala Sekolah  Satu Buku” di Kyriad Grand Master Hotel Purwodadi pada Rabu (12/2) lalu. Selain itu, orang nomor satu di Kabupaten Grobogan juga memberikan motivasi peserta diklat agar bisa menulis buku.

”Saya yakin kepala sekolah bisa menulis buku di sela-sela kesibukan yang luar bisa mengelola sekolah. Karena saya tahu kepala sekolah orang-orang hebat,” kata Sri Sumarni.

Dalam kesempatan itu, Sri Sumarni memberikan apresiasi kepada kepala sekolah untuk belajar menulis buku. Sebab, menulis adalah kemampuan literasi yang dengan profesi guru dan kepala sekolah. Sebab banyak efek positif yang diperoleh. Selain menambah pengetahuan juga bisa digunakan untuk kenaikan pangkat golongan.

”Dampak positif lain bisa memberikan popularitas bagi penulis. Bisa menyebarluaskan ilmu, mendukung literasi, dan menambah penghasilan bagi guru dan kepala sekolah,” ujarnya.

Dijelaskan, gerakan literasi di Kabupaten Grobogan mulai dicanangkan 2016 sebagai Kabupaten Literasi. Berbagai upaya yang dilakukan Dinas Pendidikan Grobogan. Yaitu dengan menggelar kegiatan pelatihan menulis buku, menulis artikel di media massa, dan gerakan literasi sekolah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Amin Hidayat mengatakan, pelatihan diklat penulisan bekerja sama dengan Asosiasi Guru Penulis Grobogan (AGPG) dan Media Guru. Sebelumnya telah digelar kegiatan Satu Guru Satu Buku (SaguSabu) dan Satu Siswa Satu Buku (SasiSabu). Dari pelatihan tersebut telah menghasilan ratusan karya guru dan siswa.

”Maka pada diklat ini kami targetkan semua kepala sekolah TK dan SD bisa menulis buku. Targetkan nanti seribu penulis baru mulai dari siswa, guru, dan kepala sekolah,” terang doa.

Amin menambahkan, pelatihan penulisan buku diikuti oleh 856 kepala sekolah dari tingkat TK dan SD. Pelaksanaan digelar selama tiga gelombang dalam waktu enam hari. Mulai 10-15 Februari. Usai pelatihan diklat menulis kepala sekolah bisa langsung membuat buku sebagai gerakan literasi.

”Pagi sampai siang sibuk. Maka waktu sisanya digunakan untuk menulis buku. Sehingga proses menulis buku tidak menggangu tugas utama kepala sekolah,” tandasnya.

(ks/mun/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia