Senin, 17 Feb 2020
radarkudus
icon featured
Kudus

Diguyur Hujan Deras, Ruang Kelas SD 2 Mlatinorowito Kudus Ambruk

15 Februari 2020, 13: 16: 25 WIB | editor : Ali Mustofa

SEKOLAH AMBRUK: Ketua DPRD Kudus Masan melihat kondisi ruang kelas IV SD 2 Mlatinorowito, Kota, Kudus, yang ambruk akibat kayunya lapuk dan hujan deras kemarin sore.

SEKOLAH AMBRUK: Ketua DPRD Kudus Masan melihat kondisi ruang kelas IV SD 2 Mlatinorowito, Kota, Kudus, yang ambruk akibat kayunya lapuk dan hujan deras kemarin sore. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS, Radar Kudus - Kondisi Sekolah Dasar (SD) 2 Mlatinorowito, Kecamatan Kota, Kudus, memprihatinkan. Atap ruang kelas IV seluruhnya runtuh. Tak hanya itu, beberapa ruang kelas juga sudah tidak bisa digunakan karena membahayakan. Mulai dari plafon melengkung, atap bocor, hingga tembok retak-retak. Ruangan yang dimaksudkan yakni ruang kelas V, VI, dan laboratorium komputer.

Ambrolnya atap ruang kelas IV itu, karena atap tak kuasa menahan air saat terjadi hujan deras kemarin sore. Usai atap ruang kelas itu ambrol, air masuk kemudian meluber ke ruang kelas V, VI, dan laboratorium komputer.

Kepala SD 2 Mlatinorowito Noor Wakhidah membenarkan, jika ruang-ruang kelas dan laboratorium sekolahnya memang sudah tidak layak huni. Sebelum ada kejadian atap ambrol ini, pihak sekolah telah melakukan langkah antisipatif. Dengan mengosongkan ruang yang ambrol itu. Di luar ruangan juga dipasang kertas yang bertuliskan ”Dilarang masuk, ruang ini rawan roboh.”

”Robohnya kemarin (Kamis, Red) sekitar pukul 15.00. Tapi kondisi ruang memang sudah tidak digunakan. Siswa telah kami pindahkan sejak empat bulan lalu, agar kegiatan belajar mengajarnya tetap berjalan,” kata Noor Wakhidah saat ditemui kemarin.

Dikatakan, kondisi kerusakan bangunan tersebut sudah diketahui sejak 2018 lalu. Saat itu, pihak sekolah sudah mendapati kebocoran pada plafon. Juga banyak ditemukan rayap. Atas kondisi ini, pihak sekolah telah mengajukan rehab ke dinas. Pengajuannya pada 2019 lalu.

Sementara itu, selama pengosongan ruang itu, sekolah memaksimalkan ruang yang ada. Kelas II menempati ruang perpustakaan, kelas III menempati ruang guru, kelas IV menempati ruang kelas II, kelas V menempati laboratorium bahasa, sementara kelas VI ditempatkan di ruang kelas III.

Meski sudah dipindahkan, saat musim hujan para guru dan siswa juga tak sepenuhnya nyaman. Terutama di ruang kelas III yang ditempati kelas V. Sebab, banyak atap yang bocor. Ember-ember pun menjadi pemandangan di dalam kelas untuk menampung bocoran.

”Kami sudah melakukan pengajuan (rehab ruangan) ke dinas. Minggu lalu, pihak dinas juga telah meninjau,” imbuhnya.

Salah satu siswa kelas IV Fenny mengaku sudah pindah ke ruang guru sejak Januari lalu. Karena kondisi kelasnya rusak. ”Khawatir atap ruang kelas ambruk pas belajar,” katanya.

Mendengar kabar ini, Ketua DPRD Kudus Masan terjun meninjau lokasi kemarin. Kondisi bangunan sekolah yang bisa dibilang rusak parah ini, dinilai karena kurang bagusnya koordinasi antara pihak sekolah, UPT pendidikan setempat, dan kepala dinas terkait.

”Harusnya hal yang sifatnya urgen harus segera diatasi. Pemakaian anggaran harusnya pakai skala prioritas. Kalau yang rusak gedungnya ya yang dibangun gedungnya. Jangan pagar atau fasilitas lainnya,” ucap Masan.

Melihat kondisi yang ada, Masan memberikan saran untuk mengosongkan seluruh ruangan yang rawan. Namun, usul ini dirasa memang cukup sulit dilaksanakan. Sebab, saat ini sudah tidak ada ruang yang tersisa di sekolah tersebut.

”Nanti kami rembukan dengan dinas. Paling tidak mencarikan alternatif tempat yang tak membahayakan. Tadi pas saya cek, masak siswa belajar sambil naruh ember di depan kelas,” ujarnya.

Anggaran untuk pendidikan di Kabupaten Kudus cukup besar. Dirinya meminta pihak-pihak terkait bisa memanfaatkan dengan baik. Dia tak mau ada anggaran liar. Artinya penggunaan anggaran tidak sesuai dengan skala prioritas.

”Di tingkat UPT harusnya sudah ada data inventarisasi sekolah-sekolah yang mendesak untuk diperbaiki,” tandasnya.

(ks/daf/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia