alexametrics
Kamis, 09 Apr 2020
radarkudus
Home > Politik
icon featured
Politik

Aturan Rekom Penjaringan Bacawabup Rembang Berubah, DPC PPP Bingung

15 Februari 2020, 10: 14: 32 WIB | editor : Ali Mustofa

Majid Kamil, Ketua DPC PPP Kabupaten Rembang

Majid Kamil, Ketua DPC PPP Kabupaten Rembang (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG, Radar Kudus - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan, (PPP) Kabupaten Rembang menyatakan dibuat kebingungan atas adanya perubahan peraturan hasil rekomendasi hasil penjaringan bakal calon wakil bupati (bacawabup). Padalah, ketujuh bacawabup yang bakal dipasangkan dengan Abdul Hafidz, sudah banyak yang menanyakan kejelasannya.

 Ketua DPC PPP Kabupaten Rembang, Majid Kamil menyatakan rekom bacawabup ada beberapa perubahan, sehingga berpengaruh pada turunnya surat keputusan (SK).

“Jadi Dulu surat keputusan (SK) yang pertama lain dengan SK kedua. Karena juga ada perubahan dari KPU,” katanya kepada koran ini.

Tak hanya itu, menurut Gus Kamil ada beberapa perubahan lagi. Waktu itu dari pihak KPU menghendaki bulan April harus sudah setor. Namun, kemudian diundur lagi bulan Mei. Perubahan yang terbaru bulan Juni. Padahal, DPC sudah mengirimkan yang sudah penjaringan. Sementara nanti fit and proper test, ada Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

 “Saat ini ada perubahan lagi. Perubahan ini barusan diterima Selasa lalu (11/2). Ini juga bingung. Kita diuber-uber kok lama. Memang lama. Akhirnya DPP juga nanti memutuskannya lama,” terangnya.

Peraturan baru nantinya, DPC dan DPW sesuai juklak tertulis yang dipegang SK DPC mengadakan fit and proper test. Dalam uji kepatutan dan kelayakan tersebut harus dihadiri DPW.

“Sebelumnya DPW tidak dilibatkan sama sekali. Perubahan yang terbaru DPW  dilibatkan. Ini sesuai tuntutan. Permintaan tersebut diakomodir. Jadi terkait  pelaksanaan fit and proper test yang mengadakan akan diwakili Semarang. ”DPW permintaannya seperti itu. Sebetulnya Rabu ini kita diundang di DPW. Tetapi  karena Pak Hafidz ada acara mendadak akhirnya dijadwal ulang,” jelasnya.

Karena mundur, saat ini masih menunggu dari DPW. Terkait bagaimana fit and proper test, lalu kapan akan dilaksanakan. Makanya sampai saat ini rekom belum turun. Karena harus mengadakan fit and proper test. Sebenarnya pelaksanaan tidak lama. Untuk waktunya hanya paling cepat sehari bisa selesai kegiatan tersebut.

“Makanya saat ini DPC masih koordinasi DPW. Sesuai informasi akan dijadwalkan pekan ini. Makanya ini dikoordinasi DPW. Untuk melihat keseriusan para kandidat. Termasuk kapasitas dan SDM sebagainya. Lalu dikirimkan DPP. Untuk dimintakan rekom. Setidak-tidaknya tiga. Nanti dikirim DPP yang memilih,” imbuhnya.

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia