Senin, 17 Feb 2020
radarkudus
icon featured
Kudus

Berikan yang Manis untuk Si Manis di Hari Valentine Tetap Romantis

14 Februari 2020, 15: 57: 56 WIB | editor : Ali Mustofa

COKLAT DAN BONEKA: Laily Amalia senang mendapatkan hadiah sebuah boneka dan coklat dari kekasihnya saat momen Valentine.

COKLAT DAN BONEKA: Laily Amalia senang mendapatkan hadiah sebuah boneka dan coklat dari kekasihnya saat momen Valentine. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS, Radar Kudus - Hari Valentine atau kasih sayang identik dengan cokelat dan bunga. Sebab, dianggap mewakili perasaan hati yang teramat manis untuk si manis. Di antaranya dengan memberikan cokelat. Dengan begitu, permintaan si pekat legit ini meningkat.

Seperti yang dirasakan pembuat cokelat Nur Laila. Sejak akhir Januari lalu, dia sudah kebanjiran orderan. Mulai dari bentuk bunga mawar, hati, dan karakter tulisan. Rata-rata pemesan didominasi laki-laki. ”Kebanyakan (yang memesan) yang masih pacaran. Tapi, ada juga yang sudah menikah. Pertengahan Januari lalu saya sudah open order. Pemesanan tidak hanya perorangan tapi juga toko-toko bakery. Alhamdulillah, bisa terpenuhi tepat waktu,” terangnya.

Pemesanan dalam bentuk boks ukuran kecil hingga besar. Ada juga yang minta ditambah boneka kecil Teddy Bear pink. Sesuai selera pemesan. Warna cokelat juga bervariasi. Namun, yang paling laris cokelas bentuk mawar. Permintaan toko bakery bisa sampai 70 buah.

LARIS: Owner Aisyah Florist Jepara Cut Zulfa merangkai salah satu pesanan bunga kemarin.

LARIS: Owner Aisyah Florist Jepara Cut Zulfa merangkai salah satu pesanan bunga kemarin. (FEMI NOVIYANTI/RADAR KUDUS)

Laila mengungkapkan, proses pembuatan cokelat butuh waktu tiga hingga empat jam. Untuk tidak melumer yang sudah dikemas, ia mengatur suhu ruangan kurang lebih 20 derajat celsius.

Dia juga memiliki cetakan cokelat sekitar 200 bentuk. Moment Valentine ini, rata-rata tak ada permintaan yang terlalu rumit. Sebab, menurut mereka yang pesan, moment kasih sayang cukup dilambangkan dengan bentuk hati.

Sementara itu, salah satu customer Laily Amalia mengatakan, dia dapat suprise boneka dan cokelat dari orang tersayang. Hal ini baginya sangat membahagiakan. Ia mengaku dapat hadiah tersebut tak dari seorang pacar. Melainkan kakak perempuannya. ”Wow benar-benar suprise. Jadi, Hari Kasih Sayang itu universal. Tak hanya bagi sepasang kekasih, tapi juga dari keluarga terdekat,” ungkapnya.

Perajin cokelat di Jepara juga mengalami hal yang sama. Masing-masing berupaya menyuguhkan cokelat dengan bentuk menarik bagi para pembeli. Salah satunya di Rumah Cokelat Jepara yang berlokasi di RT 3/RW 1, Desa Tegalsambi, Tahunan. Toko cokelat yang sudah berdiri selama 10 tahun ini, selalu menghadirkan cokelat baru yang memiliki bentuk unik dan menarik. Selain bentuk hati, salah satu yang khas cokelat berbentuk barang-barang yang biasa dikenakan perempuan. Seperti sepatu, sandal, hingga tas.

Owner Rumah Cokelat Jepara Wiwik Haryadi mengatakan, tahun ini dia banyak membuat cokelat bentuk love dan high heels. ”Itu bentuk terbaru di toko kami,” katanya.

Selain menyediakan berbagai bentuk cokelat unik, pembeli juga bisa memesan sesuai bentuk yang diinginkan. ”Untuk Valentine ini, banyak yang ambil cokelat bentuk bunga, love, dan banyak yang ditambah tulisan ungkapan sayang,” ungkapnya.

Untuk harga, cokelat karakter dijual kisaran harga Rp 7 ribu hingga Rp10 ribu. Sementara berbentuk unik dijual dengan harga beragam hingga mencapai Rp 200 ribu. Harga ini berdasar ukuran dan kerumitan bentuk. ”Untuk proses pembuatan, cokelat dengan bentuk sepatu misalnya dibuat selama 2 hingga 3 hari,” jelasnya.

Disinggung mengenai pembeli di momen Valentine ini, Wiwik menuturkan, mulai dari remaja hingga bapak-bapak. ”Untuk yang unik dengan harga Rp 100 hingga Rp 200 ribu biasanya bapak-bapak yang beli,” ujarnya. Di momen valentine kali ini, peningkatannya lebih dari 50 persen dibandingkan hari-hari biasa. Tak hanya dari Jepara, ada pula pembeli luar Jawa.

Salah satu pemesan cokelat, Bagas, 30, mengaku memilih cokelat dengan bentuk berbeda saat Valentine. ”Saya pesan yang bentuk high heels. Sengaja pilih yang unik dan berbeda dari biasanya, supaya lebih berkesan,” ujarnya.

Tak hanya cokelat, perajin karangan bunga juga ”panen”. Salah satunya sebagai mana tampak di Aisyah Florist Jepara. Sejak sepekan terakhir, pesanan mulai berdatangan. Pesanan datang dari berbagai kalangan. Mulai remaja hingga bapak-bapak.

Perajin bungan yang berlokasi di Jalan Cipto Mangun Kusumo, Jepara, ini, menawarkan berbagai macam bunga. Mulai mawar merah, mawar pink atau mawar Holland, krisan, dan lainnya. Harga yang ditawarkan bervariasi. Mulai Rp 25 ribu hingga Rp 250 ribu.

Owner Aisyah Florist Cut Zulfa mengatakan, toko bunganya berdiri sejak 2004 lalu. Setiap tahun, saat momen Valentine selalu ada peningkatan penjualan. ”Peningkatannya lebih dari 100 persen untuk pesanan buket bunga,” katanya.

Sampai kemarin, dia telah menerima sekitar 50 pesanan buket bunga. Rata-rata bunga yang dicari mawar merah. Di toko bunganya, saat ini ada beberapa karyawan yang khusus untuk membuat buket bunga Valentine. ”Kalau sehari-hari lebih banyak pesanan papan ucapan. Tetapi, khusus Valentine ini banyak pesanan buket bunga,” tuturnya.

Pesanan itu rata-rata diambil pada Hari Valentine hari ini. Banyak juga pembeli yang meminta bunga dikirim ke alamat tertentu.

Salah satu pembeli, Ardiansyah mengatakan, dia mencari bunga untuk diberikan kepada istrinya. Pilihannya jatuh pada mawar merah yang dirangkai dengan beberapa bunga lain. ”Saya pilih yang harga Rp 100 ribu. Ingin memberikan bunga untuk istri pada 14 Februari. Selama ini saya sudah cukup jarang memberikan kejutan. Kali ini ingin memberikan kejutan di momen istimewa,” akunya.

(ks/san/emy/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia