Senin, 17 Feb 2020
radarkudus
icon featured
Kudus

Valentine Jadi Momen Menguntai Kasih Sekaligus Jaga Keharmonisan

14 Februari 2020, 15: 33: 36 WIB | editor : Ali Mustofa

ROMANTIS: Rey dan Tya merayakan momen valentine dengan konsep candlelight dinner di Hotel At Hom Kudus.

ROMANTIS: Rey dan Tya merayakan momen valentine dengan konsep candlelight dinner di Hotel At Hom Kudus. (VEGA MA’ARIJIL ULA/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS, Radar Kudus - Perayaan valentine menjadi momen menguntai kasih ke orang yang disayangi. Salah satunya bagi Rey dan Tya. Keduanya memilih Hari Valentine sebagai momen untuk menguntai kasih sekaligus mempererat hubungan. Mereka merayakan candlelight dinner di Hotel At Hom Kudus.

Keduanya memesan ruangan warung dimsum. Kebetulan di ruangan tersebut, hanya diisi oleh kedua pasangan itu. Ruangannya berada di lantai Mezanin. Meja kedua pasangan itu berada di paling utara.

Rey mengaku merayakan Valentine sebagai ungkapan rasa sayang ke kekasihnya. ”Yang pasti perayaannya harus serba romantik. Jadi, saya pilih candlelight dinner,” jelasnya. Romantik menurut Rey lebih ke arah kesuksesan untuk membuat pasangan menjadi lebih bahagia. Dia berharap dapat terus menjalin cinta dengan kekasihnya itu.

SORE BERSAMA: Sepasang kekasih, Danang dan Vemi menghabiskan waktu bersama dengan ngopi bersama.

SORE BERSAMA: Sepasang kekasih, Danang dan Vemi menghabiskan waktu bersama dengan ngopi bersama. (GALIH ERLAMBANG WIRADINATA/RADAR KUDUS)

Senada, Tya, sang kekasih mengungkapkan, momen Valentine merupakan momen yang tepat. Menurutnya, merayakan kasih sayang dapat dilakukan setiap hari. Namun, momen ini baginya lebih ke arah menjaga keharmonisan.

Keharmonisan yang dimaksud, karena dapat berbincang bersama secara privat dan romantis. ”Kalau cokelat dan pemberian lain itu lebih ke arah surprise. Tapi yang terpenting membuat pasangan menjadi harmonis,” ujar Tya.

Baginya, Valentine dapat dijadikan momen bersama pasangan agar selalu diingat. ”Dengan adanya Valentine, untuk mengekspresikan rasa sayang lebih nyata. Bida memupuk rasa sayang bersama pasangan,” ujarnya.

Keduanya memesan buffalo meat steak, blue tea squash, dan potato cream. Mereka merayakan makan spesial di atas meja berukuran 120x100 sentimeter. Alat makan yang terdiri dari sendok, garpu, pisau, dan napkin sudah tertata rapi. Di atas meja itu juga terdapat hiasan bunga telang dan sirih Belanda.

Ada momen saling melempar senyum dan menyuapi yang ditunjukkan keduanya. Mereka juga melakukan toss sebelum meminum blue tea squash. Candaan dan senyuman terpapar di raut wajah keduanya. Sesekali keduanya bergeser ke dekat pagar di sebelah timur meja makan. Itu dilakukan sambil menikmati minuman blue tea squash serta berbincang santai. Keharmonisan keduanya tampak saat Tya menyandarkan tangan di bahu Rey.

Terpisah, Food and beverage Manager Hotel At Hom Kudus Khoirul Huda membeberkan alasan memilih candlelight dinner. Menurutnya, tema candlelight dinner disesuaikan dengan Hari Kasih Sayang yang identik dengan romantisme. ”Bunga yang kami hias di atas meja merupakan simbol romantisme,” jelasnya.

Menu yang disiapkan olehnya dan karyawan hotel itu seharga Rp 125 ribu per orang. Menurutnya, sajian buffalo yang dihidangkan kepada Rey dan Tya itu diisi dengan mashed potato with spinach, wortel, buncis, bunga kol, daging kerbau, onion ring, dan saus mushroom. Sedangkan blue tea squash dibuat dari bunga telang spesial, lantaran diambil langsung dari halaman hotel. Lalu, hidangan potato cream merupakan roti yang dikeringkan.

Pihaknya tak butuh waktu lama untuk setting ruangan yang dipesan kliennya. ”Hanya butuh 15 menit,” jelasnya.

Bangunan minimalis menghiasi kedai kopi Sidji Coffee yang letaknya belakang DPRD Kudus. Ada daun hijau rerambatan di bagian depan kedai. Meja-kursi kayu juga menambah syahdu suasana.

Meja-meja di ruangan kaca di depan meja bar dipenuhi pengunjung. Rata-rata anak muda. Mereka melepas sore dengan memesan menu andalan di kedai kopi itu, kopi susu sidji. Apalagi suasana itu kian mendukung. Karena diiringi lantunan musik dari grup band Fourtwnty. Suasananya menenangkan.

Hal ini dirasakan salah satu pasangan pengunjung kedai kopi. Mereka Danang dan Vemi. Sepasang kekasih ini, sering menghabiskan waktu bersama untuk ngopi sore. Sekaligus bercengkerama bersama.Tak mengenal hari sepesial meskipun hari ini Valentine. Dua sejoli ini menganggap setiap hari ialah hari spesial. Setiap hari diperingati sebagai Hari Kasih Sayang.

Menurutnya kedai kopi Sidji Coffee sudah nyaman untuk menghabiskan waktu berdua. Karena tempatnya didesain masih ada ruang privasi. Juga tak terganggu dengan pengunjung lain. ”Tempatnya nyaman. Desainnya juga oke. Ada ijo-ijo-nya. Bikin mata seger,” ujar Vemi.

Menu yang ditawarkan juga bervarian dan terjangkau. Apalagi banyak varian kopi yang tersedia di sana. Pada kesempatan itu, Danang memesan kopi manual brewing Javanese. Sedangkan kekasihnya memesan kopi susu regal.

Pemilik Sidji Coffee Valerie Yudistira Pramudya menyatakan, kedai kopinya didesain dengan sentuhan natural. Dirinya menonjolkan ekspose interior kayu dan besi. Hal ini didukung dengan sajian kopi menjadi menu utama. Selain menawarkan menu hits, desain yang minimalis tentunya digandrungi oleh anak muda. Karena sangat apik untuk berfoto yang tentunya instagrammable. (vga/gal)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia