Senin, 17 Feb 2020
radarkudus
icon featured
Pati

DPRD Pati Geram Masih Adanya Karaoke Pekerjakan PK di Bawah Umur

14 Februari 2020, 15: 20: 56 WIB | editor : Ali Mustofa

BAHAS PENGAWASAN: Komisi A beserta OPD terkait dan pemilik Hotel 21 menggelar rapat kemarin pagi.

BAHAS PENGAWASAN: Komisi A beserta OPD terkait dan pemilik Hotel 21 menggelar rapat kemarin pagi. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI, Radar Kudus – Pimpinan DPRD Pati geram. Hal itu karena adanya informasi fasilitas karaoke di Hotel 21 mempekerjakan pemandu karaoke (PK) di bawah umur. Akibatnya, manajer karaoke harus berurusan dengan pihak berwajib. Kasus ini ditangani Polda Jawa Tengah.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kudus, manajer karaoke itu sudah dihukum. Peristiwa itu terjadi pada akhir 2019 lalu. Perkara ini pun menjadi perhatian Komisi A DPRD Pati.

Kemarin, Komisi A menggelar rapat dengan instansi dan pemilik hotel yang bersangkutan. ”Sebab, sebelumnya ada warga yang mengadu ke kami jika di Hotel 21 ada fasilitas karaoke yang mempekerjakan seorang PK anak di bawah umur. Usianya baru 17 tahun,” terang Ketua DPRD Pati Ali Badrudin yang memimpin rapat tersebut.

Hasil rapat ini, nantinya akan ditindaklanjuti dengan kegiatan sidak-sidak maupun pengawasan yang lebih intensif. Meskipun karaoke tersebut sudah berizin, pengawasan seharusnya terus dilakukan secara optimal.

”Paling tidak dari kasus tersebut, melanggar UU Perlindungan Anak, UU Ketenagakerjaan, dan juga Perda Nomor 8 Tahun 2013. Pengawasan akan kami optimalkan, untuk mencegah praktik pelanggaran hukum,” papar politisi PDI Perjuangan ini.

Pihaknya akan memaksimalkan pengawasan. Selain Komisi A, OPD terkait seperti Satpol PP juga turut melakukan pengasan. Sebab, mempekerjakan anak di bawah umur sebagai PK bisa terjadi di tempat-tempat hiburan karaoke lain. Tidak hanya di Hotel 21.

Seperti diketahui, di Kabupaten Pati hanya ada enam hotel yang memiliki fasilitas dari karaoke. Meliputi Hotel Safin, Hotel 99, Hotel 21, New Merdeka, Hotel One, dan Gritary.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Hadi Santosa mengaku tidak pernah mendapati anak di bawah umur yang dipekerjakan sebagai PK di karaoke-karaoke hotel yang sudah disambanginya. ”Di Hotel 21 kami juga pernah melakukan sidak. Terakhir dua pekan lalu. Semuanya memiliki KTP saat kami mendata para PK. Kami tidak menemukan anak di bawah umur (yang menjadi PK),” terangnya saat mengikuti rapat kemarin.

Sedangkan pemilik Hotel 21 Liefbowo tidak bersedia saat dimintai keterangan oleh wartawan. Menurutnya, permasalahan itu sudah selesai. Apalagi sekarang kasus hukumnya sudah ditangani Polda Jawa Tengah. ”Soal perekrutan itu saya tidak tahu. Karena karaoke sudah ada manajernya sendiri,” terangnya saat dimintai keterangan oleh anggota dewan.

(ks/aua/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia