Senin, 17 Feb 2020
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Jalankan Instruksi Presiden, IAIN Kudus Bentuk UPZ

14 Februari 2020, 09: 09: 15 WIB | editor : Ali Mustofa

BENTUK UPZ: Rektor IAIN Kudus bersama jajaran saat audiensi dengan Baznas Provinsi Jawa Tengah pada Selasa (11/2) lalu.

BENTUK UPZ: Rektor IAIN Kudus bersama jajaran saat audiensi dengan Baznas Provinsi Jawa Tengah pada Selasa (11/2) lalu. (IAIN KUDUS FOR RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS, Radar Kudus – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Pembentukan UPZ ini, sebagai implementasi Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2014 tentang Optimalisasi Pengumpulan Zakat Penghasilan. Melalui surat edaran Nomor 2 Tahun 2020 tentang pembayaran zakat, infaq, dan shodaqoh, Rektor IAIN Kudus mulai memberlakukan pada bulan ini.

Rektor IAIN Kudus Dr. H. Mudzakir, M. Ag mengungkapkan, UPZ nantinya akan bertindak sebagai amil zakat. Untuk mengetahui terkait teknis pelaksanaannya, pihak IAIN Kudus menggelar audiensi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jateng pada Selasa (11/2) lalu.

Dalam audiensi tersebut, hadir Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah K.H. Ahmad Daroji; Kepala Kantor Wilayah Provinsi Jawa Tengah Drs. H. Ahyani, M.S,I.; dan Kepala Kankemenag Kabupaten Kudus Drs. H. Akhmad Mundakir, M.Si. Sementara, dari IAIN Kudus diwakili rektor, wakil rektor 2, kasubbag Perencanaan, dan kasubbag Keuangan.

”UPZ dibentuk untuk memfasilitasi, mengumpulkan, dan mengelola zakat penghasilan ASN di lingkungan IAIN Kudus,” ujarnya.

Rektor IAIN Kudus menyampaikan, potensi zakat IAIN Kudus cukup besar. Sebab, jumlah PNS dan calon PNS di IAIN Kudus ada 232 orang. Jika ini berjalan akan bermanfaat untuk kepentingan umat dan IAIN Kudus. Karena akan ada pengembalian setiap bulannya.

”Dari pengembalian setiap bulannya, rencananya akan kami alokasikan untuk beasiswa. Khususnya beasiswa tahfidz. Selain itu, juga untuk desa binaan” katanya.

Rektor berharap, pemungutan zakat tidak hanya untuk PNS. Melainkan juga untuk para pegawai non-PNS. Jika memang mereka belum menyalurkan zakat penghasilannya di tempat lain.

Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah K.H. Ahmad Daroji mengapresiasi langkah IAIN Kudus. IAIN Kudus menjadi perguruan tinggi Islam pertama di Jateng yang membentuk UPZ. Terkait teknis pemungutan zakat, Daroji menyampaikan, pemungutan akan dipotong dari gaji pokok sebesar 2,5 persen. Kemudian akan disetor ke rekening Baznas.

”Saya berharap, nantinya pemotongan zakat tidak hanya dari gaji pokok, tapi dari seluruh penerimaan gaji” ucapnya.

(ks/daf/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia