Senin, 17 Feb 2020
radarkudus
icon featured
Jepara

Dua Tahun Mengendap, Drainase di Kawasan Perkotaan Jepara Dikeruk

13 Februari 2020, 16: 46: 34 WIB | editor : Ali Mustofa

BERSIHKAN ENDAPAN LUMPUR: Petugas dari Dinas PUPR Jepara mengeruk lumpur dengan alat berat yang mengendap di salah satu selokan di kawasan perkotaan Jepara kemarin.

BERSIHKAN ENDAPAN LUMPUR: Petugas dari Dinas PUPR Jepara mengeruk lumpur dengan alat berat yang mengendap di salah satu selokan di kawasan perkotaan Jepara kemarin. (FAQIH MANSYUR HIDAYAT/RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA, Radar Kudus – Drainase yang melintasi kawasan perkotaan Kabupaten Jepara dikeruk. Tujuannya, untuk mengurangi potensi genangan yang terjadi di sejumlah titik perkotaan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jepara Ary Bachtiar melalui koordinator lapangan Bidang Pengairan Kunarso menyebutkan, ada satu alat berat diturunkan untuk mengeruk endapan lumpur.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus kemarin, saat dikeruk oleh petugas, tampak lumpur berwarna hitam memang mengendap di sepanjang saluran drainase di kawasan perkotaan. Selain berbau menyengat, lumpur tersebut juga menyumbat lubang-lubang pembuangan yang berada di sejumlah titik saluran drainase.

”Memang sudah dua tahun tidak kami keruk,” kata Kunarso saat memantau pengerukan endapan lumpur tersebut.

Pihaknya menyatakan, salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya genangan di kawasan Alun-alun Kabupaten Jepara adalah buruknya saluran drainase tersebut. Selain menutupi lubang-lubang pembuangan, endapan lumpur tersebut juga menjadikan kedalaman drainase menjadi berkurang. Akibatnya, jika terjadi hujan air akan dengan mudah meluap ke jalanan.

”Karena banyaknya endapan lumpur itulah beberapa hari lalu kawasan Alun-alun Jepara tergenang,” imbuhnya.

Kunarso mengatakan, pengerukan ini sudah berlangsung selama dua hari. Akan berakhir jika seluruh endapan lumpur di saluran drainase di kawasan perkotaan sudah dikeruk semua.

Selain mengeruk endapan lumpur, pihaknya juga menyiapkan empat mesin penyedot air di empat titik. Mesin-mesin ini akan difungsikan jika kondisi air di kawasan tersebut sudah akan meluap. Sehingga air tersebut akan disedot dan dibuang ke arah laut. ”Airnya nanti disedot. Biar tidak menimbulkan genangan. Biar bisa cepat dibuang ke laut,” jelasnya.

Kunarso menambahkan, pihaknya bersama tim dari Dinas PUPR Jepara akan bersiaga jika cuaca akan hujan. Mereka akan mengantisipasi terjadi luapan air dari saluran drainase ke jalanan. (qih)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia