Senin, 17 Feb 2020
radarkudus
icon featured
Kudus

Penataan PKL Masih Semrawut, Dewan Usulkan Satgas Dibentuk Lagi

13 Februari 2020, 16: 25: 36 WIB | editor : Ali Mustofa

SEMRAWUT: Pedagang Kaki Lima di berjualan di depan Menara Kudus. Terlihat semrawut dan tidak tertata.

SEMRAWUT: Pedagang Kaki Lima di berjualan di depan Menara Kudus. Terlihat semrawut dan tidak tertata. (DONNY SETYAWAN/ RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS, Radar Kudus – Penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) di beberapa titik masih semrawut. Padahal setiap tahun jumlah PKL selalu bertambah. Untuk itu Komisi B mengusulkan agar Satgas PKL dibentuk lagi.

Usulan ini disampaikan oleh Sekertaris Komisi B DPRD Kudus Aris Suliyono. Dia menilai setiap hari keberadaan PKL semakin bertambah. Maka keberadaan PKL harus ditata. Agar tak menyebabkan kesemrawutan di jalan.

Langkah ini juga akan menekan pertumbuhan PKL agar tidak terlampau pesat. Sekaligus bisa dilakukan pemetaan tempat penjualan.

”Saya sering menjumpai keadaan PKL yang masih semrawut. Untuk itu harus ada langkah untuk menyelesaikan masalah ini. Salah satunya dengan membentuk Satgas PKL,” ungkapnya.

Pihaknya menambahkan, akan membahas lebih lanjut terkait penataan PKL. Pihaknya juga mengaku bakal menganggarkan jika dinas terkait membutuhkan tenaga tersebut.

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan Kudus Sudiharti menyatakan, usulan pembentukan Satgas PKL ini diapresiasi olehnya. Lebih lanjut, pada 2019 lalu pihaknya belum mempuyai Satgas PKL. Alternatifnya, pihaknya membentuk Satgas perdagangan. Fungsi di dalamnya juga mengatur keberadaan PKL.

”Kami belum ada, namun sudah memiliki Satgas perdagangan yang juga mengurusi PKL,” katanya.

Meski belum memiliki Satgas PKL, pihaknya mengaku optimistis bisa mengatur dan membina para PKL di Kudus. Melalui pendekatan persuasif kepada para PKL. Diketahui, PKL Jagong sering ditertibkan dan ditata oleh Dinas Perdagangan. Mereka di sana tidak dibentuk sebuah paguyuban. Keberadaan para PKL ditangani langsung oleh Dinas Perdagangan Kudus.

Sudiharti juga menambahkan, ke depan bisa ditambahkan tenaga outsourcing. Pasalnya saat ini mereka membutuhkan tenaga. Mengingat sejumlah tenaga yang sudah pensiun.

“Ada 137 tenaga outsourcing, beberapa ada yang sudah pensiun. Di bagian tenaga kebersihan kami membutuhkan tenaga,” katanya. (gal)

(ks/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia