Senin, 17 Feb 2020
radarkudus
icon featured
Jepara

PAW, Muhammad Sholeh Gantikan Japar Jadi Anggota DPRD Jepara

13 Februari 2020, 14: 19: 53 WIB | editor : Ali Mustofa

PROSES CEPAT: Ketua DPRD Jepara Imam Zusdi Ghozali (kiri) menyerahkan SK kepada M Sholeh dalam rapat paripurna kemarin.

PROSES CEPAT: Ketua DPRD Jepara Imam Zusdi Ghozali (kiri) menyerahkan SK kepada M Sholeh dalam rapat paripurna kemarin. (FEMI NOVIYANTI/RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA, Radar Kudus - Melalui pengganti antarwaktu (PAW), Muhammad Sholeh resmi menjadi anggota DPRD Jepara. Politikus Partai Golkar ini, menggantikan posisi almarhum Japar hingga akhir masa keanggotaan 2019-2020.

Rapat paripurna pengucapan sumpah/janji digelar kemarin dengan dipimpin Ketua DPRD Jepara Imam Zusdi Ghozali didampingi Wakil DPRD Pratikno dan KH Nuruddin Amin. Pada rapat tersebut, juga hadir Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Jepara Dian Kristiandi, jajaran forkopimda, pimpinan perangkat daerah, badan usaha milik daerah, serta perwakilan partai politik.

Rapat diawali dengan pembacaan Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 170/6/Tahun 2020 tentang Peresmian Pemberhentian dan Peresmian Pengangkatan Pengganti Antarwaktu Anggota DPRD Jepara yang mengesahkan Sholeh sebagai pengganti Japar. Selanjutnya pengucapan sumpah janji oleh Sholeh dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Jepara Imam Zusdi Ghozali.

Usai pengucapan sumpah/janji itu, dilakukan pula penyematan pin anggota dewan oleh Imam Ghozali serta penyerahan SK pengangkatan.

Dengan masuknya Muhammad Sholeh sebagai anggota dewan, saat ini susunan Fraksi Golkar di DPRD Jepara berubah. Fraksi Golkar diketuai Moh Jamal Budiman, Dendie Khisma Widyanto (wakil), Ahmad Fauzi (sekretaris), dan Muhammad Sholeh (anggota).

Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi yang hadir dalam rapat paripurna tersebut menyampaikan selamat menjalankan tugas bagi Muhammad Sholeh. ”Semoga amanat di atas pundak saudara dapat saudara tunaikan sebaik-baiknya. Silakan segera menyesuaikan diri dengan ritme kerja di DPRD,” katanya.

Andi juga sempat menyinggung hubungan eksekutif dan legislatif di Jepara. Pihaknya berharap hubungan eksekutif dan legislatif yang selama ini terlaksana dengan baik dapat diteruskan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. ”Mari terus melakukan inovasi untuk merumuskan kebijakan yang efektif dan efisien untuk memecahkan berbagai persoalan masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Muhammad Sholeh, 44, mengaku bersyukur dengan proses PAW yang dirasa cukup singkat. ”Alhamdulillah proses cepat. Mulai dari komunikasi dengan keluarga almarhum terkait surat kematian hingga administrasi partai tak ada kendala,” katanya.

Muhammad Sholeh sendiri sudah aktif sebagai politikus Partai Golkar tujuh tahun terakhir. Meski begitu, dia baru kali pertama mencalonkan diri menjadi calon legislatif (caleg) pada Pileg 2019. ”Saya mohon doanya agar bisa amanah dan bisa memperjuangkan aspirasi rakyat yang saya wakili,” imbuh laki-laki yang beralamat di Desa Ngetuk, Kecamatan Nalumsari, tersebut. 

(ks/emy/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia