Senin, 17 Feb 2020
radarkudus
icon featured
Politik
Umi Jazilah Salim Blak-blakan Pilkada Rembang

Harus Move On Demi Rembang Tercinta

13 Februari 2020, 11: 58: 34 WIB | editor : Ali Mustofa

SANTAI: Umi Jazilah Salim wawancara khusus dengan wartawan Jawa Pos Radar Kudus, Biro Rembang, Wisnu Aji dikediamanya.

SANTAI: Umi Jazilah Salim wawancara khusus dengan wartawan Jawa Pos Radar Kudus, Biro Rembang, Wisnu Aji dikediamanya. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

Umi Jazilah Salim Istri dari Moch. Salim mantan Bupati Rembang dua periode menyatakan kesediaannya jika dipercaya masyarakat untuk maju pada pilkada 2020, mendampingi bakal calon bupati dari partai Nasdem Rembang. Tak hanya itu, dia pun mengaku tak mau terus terpuruk atas image narapidana yang disandang sang suami. Baginya kisah move on-nya, wartawan Jawa Pos Radar Kudus Wisnu Aji  melakukan wawancara spesial di kediamannya.

Bu, publik kan sebagian besar tahu. Kalau pak Salim bekas narapidana korupsi. Apa ibu tidak trauma dengan image buruk itu?

Kita tidak ngapa-ngapain. Hidup kita dipolitisir untuk menjadi itu. Ibaratnya gini, kita trauma, jatuh, tidak mau bangun lagi. Kita mau jadi apa? Kalau tetap trauma terhadap keadaan, ibaratnya kita tidak berani hidup. Karena hidup risiko mencari makan, begitupun mati dipertanyakan di kubur. Jadi sama-sama risiko, kenapa harus trauma. Kalau kita ditakdirkan seperti ini jalani. Yang penting kita tidak melakukan hal buruk sebenarnya.

Kalau kemarin kita dikondisikan seperti penjahat, monggo silahkan dikondisikan, nanti juga akan panen dengan perbuatannya. Kita lihat saja nanti, siapa-siapa yang melakukan nanti akan kelihatan. Dia boleh menjadikan kita, ibaratnya dikasih kotoran atau hitam-putihnya. Tidak masalah bagi saya, kembali ke takdir, supaya selalu ingat Allah yang maha melindungi.

Bu, bikin publik merasa penasaran. Apa benar nih, alasan membentuk koalisi Bumi Bhina Karya itu, karena bentuk kekecewaan atas ketegasan soal Pelabuhan Sluke? Bagaimana hubungan dengan Pa Hafidz (Bupati Rembang) saat ini?

Sebenarnya tidak sedemikian itu. Panjengangan tahu sendiri. Saya diminta publik untuk menjabat seperti ini, tidak sekali dua kali. Yang lampau-lampau sama. Jadi sekalian lama, sekian waktu. Ibaratnya apakah saya berdiam diri dimintai tolong. Masyarakat banyak yang minta tolong kita. Terlepas Karena permintaan sedemikian banyak by telepon, WA. Juga bapak sendiri yang didatangi berkali-kali.

Hubungan dengan pak Hafidz, saya selalu baik, tetap, tidak ada masalah, selalu menghormati. Misalnya ditakdirkan untuk menjadi partner atau rival, dilihat nanti saja. 

Jika benar-benar maju nanti, apa sih yang akan ibu lakukan untuk masyarakat Rembang ke depan?

Yang pasti juga saat ini dibutuhkan apa di survei dahulu. Kita lihat kepentingan mereka apa dan hak mereka. Selama saya mendampingi bapak yang signifikan tahu yang saya kerjakan. Untuk memberikan hak mereka. Kalau saat ini masyarakat butuh air, infrastruktur kita siapkan. Dan itu untuk kepentingan khalayak masyarakat.

Rencana mau gelar survei juga ndak bu sebelum maju?

Survei dari masyarakat saja. Kasih banyak input data, informasi dan kepentingan mereka yang belum terakomidir, jelas mereka akan menyampaikan. Kalau kita survei khusus justru tidak akurat. Karena yang butuh masyarakat, bukan lembaga survey.

Bu selain dari Nasdem, apakah sudah ada komunikasi dengan partai lain?

Banyak sebenarnya. Saya pernah di-WA langsung dengan pihak PDIP, Pak Ridwan. Semua menginginkan kita untuk maju. Cuma saya jarang menyampaikan beliau (Pak Salim, red), karena bapak orangnya tidak tegaan. Saya lebih suka kemana-mana sendiri, tidak suka diatur-atur. Karena saya harus investasikan hidup- mati untuk negara Rembang. Saya juga buka tipikal orang biasa tidak komitmen.

Saya melakukan satu hal, saya akan all out. Kembali lagi kita serahkan masyarakat. Layak tidak untuk menata Rembang. Karena saya hanya ibu rumah tangga, kerjanya juga paling memberi nafkah karyawan.

Setiap bulan gaji orang. Lain-lain mengurusi anak sekolah, anak-anak kebetulan ada sekolah di Jepang, Kanada. Mau tidak mau harus mengantar kesana. Mau tidak mau mengantarkan anak ke home stay. 

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia