Senin, 17 Feb 2020
radarkudus
icon featured
Kudus

Longsoran Batu Besar di Kudus Sempat Tutup Akses Jalan 6,5 Jam

13 Februari 2020, 11: 18: 23 WIB | editor : Ali Mustofa

LONGSOR: Warga dibantu BPBD Kudus memecah batu yang menutup akses jalan Rahtawu-Semliro kemarin. Akses jalan itu sempat tertutup selama 6,5 jam.

LONGSOR: Warga dibantu BPBD Kudus memecah batu yang menutup akses jalan Rahtawu-Semliro kemarin. Akses jalan itu sempat tertutup selama 6,5 jam. (VEGA MA’ARIJIL ULA/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS, Radar Kudus - Longsor bebatuan terjadi di Dukuh Semliro, RT 3/RW IV, Desa Rahtawu, Gebog, Kudus, pukul 11.00 kemarin. Dua batu longsoran itu berukuran diameter sekitar tiga meter dan enam meter. Akibat kejadian itu akses jalan yang menghubungkan Dukuh Semliro dengan Rahtawu tertutup dua bebatuan itu hampir enam 6,5 jam. Sampai akhirnya pukul 17.30 kedua batu berhasil dievakuasi.

Longsoran itu dari tebing alas Mbego. Ketinggiannya lima meter. Saat kejadian tidak ada pengguna jalan yang melintas. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Setelah mendapatkan laporan dari warga, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus meluncur. Terdiri dari dua mobil bak terbuka dan tiga unit sepeda motor. Satu mobil Polsek Gebog juga dilibatkan. Serta satu unit mobil Banser. Relawan lainnya dari Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) dan warga setempat.

Butuh sekitar 12 orang untuk memecahkan dan memindahkan bebatuan itu. Agar mudah dipindah, masing-masing bebatuan itu harus dipecah menjadi dua bagian. Evakuasi dua batu itu berhasil dilakukan sekitar pukul 17.30 kemarin.

Salah seorang warga bernama Mubahono, warga RT 1/RW I, Dukuh/Desa Rahtawu mengaku relawan dan warga sejak pukul 11.00 berusaha memecah batu berukuran enam meter itu. Berulang kali palu yang dipegangnya diayunkan. ”Sulit ini. Batunya tidak ada celahnya. Kalau ada celahnya motongnya mudah,” jelasnya.

Sementara itu, Dono warga RT 4/RW I, Dukuh Semliro, mengaku akses jalan menjadi terputus sejak pukul 11.00. ”Kalau korban jiwa tidak ada. Ini kan jalan utama yang menghubungkan Jalan Rahtawu dan Jalan Semliro menjadi terputus,” jelasnya.

Jalan itu sama sekali tidak bisa dilewati kendaraan roda empat. Sedangkan roda dua harus bergantian lewat. Sesekali warga yang lewat berboncengan harus turun dari kendaraan terlebih dahulu. Pukul 14.12, pihak BPBD Kudus dibantu FRPB dan warga mencoba memecah batu berukuran enam meter. Namun, tak lama kemudian, tanah yang berada di Alas Mbego itu bergetar dan bebatuan kecil longsor ke bawah. ”Awas longsor. Menepi dulu,” teriak salah seorang warga. Tiga menit kemudian, batu itu kembali dipecah. Namun, tak kunjung terbelah.

Salah seorang petugas FRPB Adi mengaku sulit untuk memotong kedua batu tersebut. ”Lama dan sulit. Soalnya batunya besar,” ujar dia. Beberapa warga juga berusaha membantu.

”Ayo ayo iki harus bersama mecahkan,” teriak salah seorang warga.

Sesekali pengerjaan pemotongan batu terhenti karena berulang kali warga yang mengendarai sepeda motor melewati sisi kedua batu yang longsor itu. ”Ayo yang mau lewat segera lewat,” celetuk salah seorang warga yang sedang memecah batu berukuran enam meter.

Pukul 14.33 warga dan BPBD di sebelah barat juga kesulitan memotong batu yang berada berukuran lebih kecil. Yakni tiga meter. Berbeda dengan batu yang berukuran enam meter, batu yang berukurang tiga meter itu sedikit demi sedikit terbelah menjadi dua. Kendati demikian, warga masih belum dapat menyingkirkan batu berukuran tiga meter itu ke bahu jalan.

Terpisah, Kepala Resort Pemangkuan Hutan Ternadi wilayah Pati-Rahtawu Nur Hamid mengaku kejadian ini pertama kali terjadi di 2020. Menurutnya hal itu terjadi lantaran faktor cuaca. ”Kalau melihat lahan Alas Mbego yang masih hijau itu. Penyebabnya bukan penebangan liar. Tetapi karena tipografi lerengan. Tanahnya gembur jadi tidak bisa menahan batu,” jelas Nur Hamid.

Dia menambahkan lereng yang longsor itu terlalu vertikal. Sebab, menurut Nur Hamid, lereng tersebut kemiringannya mencapai 45 sampai 70 derajat. ”Hampir 90 derajat malah. Jadi kemungkinan untuk longsor lagi pasti ada,” imbuhnya. (vga)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia