Senin, 17 Feb 2020
radarkudus
icon featured
Inspirasi

Belajar dari Pemohon E-KTP

13 Februari 2020, 09: 47: 06 WIB | editor : Ali Mustofa

Septiana

Septiana (DOK. PRIBADI)

Share this      

PANDAI-PANDAI memanfaatkan waktu. Hal itulah yang nampaknya benar-benar dijaga oleh Septiana, staf pendaftaran penduduk di Dindukcapil Blora. Selain bertugas di instansi yang lekat dengan pencetakan e-KTP, Septi-panggilannya dalah mahasiswa Jurusan Manajemen STIE Semarang.

Kebetulan, ada kampus cabangnya di Blora. Tepatnya, di Desa Bogowati, Kecamatan Ngawen. Jam kuliah yang hanya aktif pada Minggu membuat gadis kelahiran Blora, 27 September 1997 tetap bisa mengikuti semua jam perkuliahan.

”Saya ambil waktu longgarnya lah. Memanfaatkan waktu, mumpung masih muda. Paling ke Semarangnya tiap satu bulan sekali. Jadi tak masalah,” kata Septi yang tinggal di Desa Karangjati, Kecamatan Kota, Blora itu.

Tercatat sudah sekitar tiga tahun Septi mengabdi di Dindukcapil. Dia mengaku awalnya hanya ingin memberikan keringanan kepada orang tuanya sebelum memutuskan untuk kuliah. Selepas lulus dari SMKN 2 Blora, dia pun ikut seleksi di Dindukcapil sebelum akhirnya lolos.

”Ya dulu habis lulus SMK kan disuruh kuliah. Tapi saya kasihan ortu. Mending kan lebih enak kerja, bisa membayar kuliah sendiri, lebih afdhol, tidak banyak merepotkan,” kelakarnya.

Sebagai petugas yang lekat dengan warga yang mengurus e-KTP, Septi mengaku punya banyak pengalaman yang asik. Salah satunya, yakni ketika banyak pemohon e-KTP menceritakan hidupnya saat mengurus.

”Kadang ada pemohon yang ngurus kependudukan, nunggu dokumennya. Sambil nunggu, dia cerita banyak soal hidupnya. Jadi bisa diambil hikmahnya deh,” aku dia.

(ks/ful/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia