Senin, 17 Feb 2020
radarkudus
icon featured
Pati

Bertarif Rp 100 Ribu Sekali Kencan, PSK di Pati Diupah Rp 75 Ribu

12 Februari 2020, 14: 32: 27 WIB | editor : Ali Mustofa

DIRAZIA: Dua PSK emak-emak di Margomulyo Tayu dimintai keterangan usai digerebek Satgassus Kebo Landoh Polres Pati Senin (10/2) petang.

DIRAZIA: Dua PSK emak-emak di Margomulyo Tayu dimintai keterangan usai digerebek Satgassus Kebo Landoh Polres Pati Senin (10/2) petang. (POLRES PATI FOR RADAR KUDUS)

Share this      

PATI, Radar Kudus - Meresahkan warga, rumah prostitusi di area tambak Desa Margomulyo Kecamatan Tayu digerebek tim Satgassus Kebo Landoh Senin (10/2) petang. Hasilnya, ada satu mucikari KH, 55, dua Pekerja Seks Komersial (PSK) SR, 38 dan S, 39. Keduanya warga Dukuhseti serta dua pria hidung belang diamankan.

Penggerebekan kasus esek-esek itu dilakukan sekitar pukul 18.00. Sebelumnya, sembilan personel Satgassus Kebo Landoh melakukan pantauan lokasi. Setelah ada dua pria hidung belang masuk ke rumah prostitusi, selang beberapa lama petugas menggerebek rumah milik Kh, sang mucikari sekaligus pemilik rumah esek-esek tersebut.

Saat digerebek, dua pasangan mesum berada di dalam kamar masing-masing memakai pakaian setengah telanjang. Sementara itu sang mucikari pura-pura menangis saat tim besutan Kapolres Pati AKBP Bambang Yudhantara Salamun melakukan penggerebekan. Dua pasangan PSK dan pria hidung belang diminta memakai pakaian dan diminta keterangan oleh Satgas Kebo Landoh.

Salah satu PSK, S, mengaku sudah lama berprofesi sebagai PSK. Setiap hari, ia berpindah-pindah lokasi. Kebetulan saat penggerbekan, perempuan asli Dukuhseti itu mendaat panggilan di rumah KH. Dalam sekali kencan, S mendapatkan upah Rp 100 dari pria hidung belang yang menggunakan jasanya.

“Uang Rp 100 itu saya berikan Rp 25 kepada mucikari. Sehingga saya hanya mendapatkan Rp 75 ribu,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Sementara itu Kapolres Pati AKBP Bambang Yudhantara Salamun melalui Kasat Satgassus Kebo Landoh AKP Sugino mengatakan, razia itu berawal dari keluhan masyarakat. Rumah prostitusi milik KH itu ada di lokasi tambak dan berperasi selama sekitar setahun ini. Sebelumnya, mucikari sudah berpindah-pindah di tiga lokasi.

Lokasi pertama dan kedua berada di dekat jalan di desa setempat. KH kemudian membuat rumah lagi di area tambak. Disana, ada beberapa rumah namun masih sepi. Pelaku ini merupakan pemain lama menggunakan rumahnya untuk praktik prostitusi selama puluhan tahun.

“Untuk rumah yang digerebek ini ada enam kamar. PSK standby di rumah mucikari. Kebetulan waktu kami gerebek ada dua PSK. Kemungkinan PSK di sana ada banyak tidak hanya dua saja. Selanjutnya kami meminta keterangan dari mucikari dan para saksi. Untuk mucikarinya dikenakan tindak pidana ringan (tipiring),” tegasnya.

(ks/put/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia