Senin, 17 Feb 2020
radarkudus
icon featured
Politik
Umi Jazilah Salim Blak-blakan Pilkada Rembang

Suka Figur Dewasa, Belum Tertarik selain Nasdem

12 Februari 2020, 13: 38: 06 WIB | editor : Ali Mustofa

SANTAI: Umi Jazilah Salim wawancara khusus dengan wartawan Jawa Pos Radar Kudus, Biro Rembang, Wisnu Aji dikediamanya, kemarin (11/2)

SANTAI: Umi Jazilah Salim wawancara khusus dengan wartawan Jawa Pos Radar Kudus, Biro Rembang, Wisnu Aji dikediamanya, kemarin (11/2) (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG, Radar Kudus - Munculnya nama Umi Jazilah Salim istri dari Moch. Salim mantan Bupati Rembang dua periode, bakal maju mendampingi calon dari Partai Nasdem membuat peta politik di Kota Garam makin hangat. Ada yang senang, kaget, ada pula yang tidak percaya kebenaran kabar tersebut. Nah, untuk mengetahui kepastian, Umi Jazilah Salim, maju pada Pilkada 2020. Wartawan Radar Kudus, Jawa Pos Wisnu Aji melakukan wawancara eksklusif di kediamannya.

Bagaimana kabarnya bu? Sibuk apa bu, selepas mendampingi pak Salim sebagai bupati?

Alhamdulillah kabar baik. Saya saat ini sibuk membantu kegiatan perusahaan suami. Banyak hal di sana. Selain itu, mengurusi anak-anak yang sekolah di luar negeri. Jadi butuh ekstra, waktu dan pikiran. Mungkin orang melihatnya sebatas riwa-riwi.

Sudah lama tidak muncul di publik, kangen ndak sih Bu?

Sebenarnya saya biasa saja. Cuma saya suka, kalau ide, potensi saya termanfaatkan. Seperti dulu saya mendampingi batik dari nol sampai mereka menjadi booming. Itu ada kepuasan tersendiri, apa-apa yang kita lakukan ternyata bisa bermanfaat orang lain.

Bu Jazil mantau dinamika pilkada 2020 tidak?

Jujur, sebenarnya tidak pernah memantau perkembangan Pilkada. Saya pribadi waktu itu tidak tertarik untuk kesana.

Belakangan ini, nama Bu Jazil kan ramai di publik, mau maju bersama Nasdem pada pilkada nanti. Kira–kira ibu mau ndak sih sebenarnya? Publik juga banyak yang penasaran kabar ibu nyalon?

Begini mas. Saya sendiri pribadi dengan siapa pun, diminta apapun selama bermanfaat tidak ada masalah. Misalnya, kalaupun menolak takdir Allah, Kemanapun saya sembunyi pasti saya tetap akan keluar. Dari  dahulu pun sama dikejar orang banyak, kayak gini sama, diminta masyarakat. Saya sendiri senang-senang. Ibaratnya dipercaya masyarakat. Ada kebanggaan disitu, bahagia. Apalagi, setelah bapak dua periode selesai. Kami tidak pernah muncul di publik. Masyarakat masih percaya kita. Itu sesuatu hal yang luar biasa, amazing!!!

Misal, seperti Nasdem atau pihak lain. Sebenarnya banyak yang berusaha menghubungi saya dari awal. Saya kembalikan Allah SWT. Bagaimana kaki saya melangkah bermanfaat, rida suami juga. Karena saya sebagai seorang istri. Tunggu saja!

Bagaimana tanggapan pak Salim bu?

Bapak orangnya konseptor. Dia suka bekerja untuk orang lain. Menciptakan sesuatu lapangan pekerjaan senang. Orang kesini mempercayai kita, dia tidak suka sebenarnya. Cuma suami tidak pernah memaksakan untuk harus seperti ini. Kita sama-sama mengkaji dulu, mana baiknya manfaat atau mudarat.

Bu, kira-kira ibu mau ndak kalau nanti diajak duet lain partai Nasdem. Misal, PPP, PDIP atau PKB ?

Kita lihat lagi nanti saja. Belum berpikir kesana saya. Sementara ini yang kelihatan serius Nasdem, kita sikapi baik dan mengakomodir. Kalau partai-partai lain masuk, kita coba lihat, mana yang kira-kira bagus, sesuai visi-misi. Kalau benar-benar harus melakukan itu, kita lihat.

Bu kira-kira kalau nanti muncul tiga nama yang ditawarkan Nasdem, yakni Atna Tukiman, Bayu Andriyato dan Vivit kira-kira. Pilih mana bu?

Saya itu lebih suka figur lebih berpengalaman, dewasa. Karena untuk memimpin Rembang, butuh figure yang dapat mengayomi. Bisa membawa mereka kemana. Itu bisa dilihat dari kinerja selama ini. Kalau belum pernah menghasilkan apa-apa atau bagaimana, kita tidak bisa mengatakan orang itu mampu atau tidak. Saya butuh figure yang benar-benar saya lihat bisa mampu. Mungkin saya lebih percaya diri, misalkan untuk mendampingi beliau. Menurut saya tiga-tiganya bagus.

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia