Senin, 17 Feb 2020
radarkudus
icon featured
Sportainment

Singgung Persiku, Suporter Ingin Liga 2, Manajer Cuma Liga 3 Nasional

12 Februari 2020, 11: 08: 36 WIB | editor : Ali Mustofa

NAKHODA BARU: Manajer Persiku terpilih Sunarto menyampaikan visi misi di hadapan ratusan suporter kemarin.

NAKHODA BARU: Manajer Persiku terpilih Sunarto menyampaikan visi misi di hadapan ratusan suporter kemarin. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS, Radar KudusPersiku punya manajer baru. Sunarto, terpilih setelah melewati hasil uji kompetensi calon manajer Persiku di gedung Pusat Belajar Guru (PBG) Kudus kemarin sore.

Pemilihan manajer ini, dikawal ratusan suporter yang mengenakan kaus biru-biru, warna kebesaran Persiku. Mereka setia menunggu hasil di luar gedung PBG sejak pukul 15.00. Salah seorang koordinator suporter Arizal Wahyu terus berteriak perihal hasil uji kompetensi. ”Kami ingin hasil diumumkan sekarang (kemarin sore, Red). Nggak bisa besok-besok. Kami tunggu kalau perlu nginep di sini (gedung PBG, Red),” teriaknya.

Dia menambahkan, siapapun manajernya dia dan rekan-rekan suporter ingin agar Persiku naik kasta Liga 2. Sampai pukul 16.00 suporter masih menunggu. Saat anggota panitia seleksi (pansel) melintas untuk ibadah Salat Ashar, suporter bersorak ke arah pansel. ”Kami butuh transparansi”, ”Kami ingin Liga 2”, ”Wis bosen Liga 3”, ”Kudus kota kaya”, ”Tolak Yayat”. Itu berbagai teriakan yang dilontarkan para suporter.

Hasil uji kompetensi itu disampaikan perwakilan pansel Syafik Arrosid sekitar pukul 17.00. Hasilnya, Sunarto unggul dengan 735 poin. Diikuti Christian Rahadianto di posisi kedua dengan perolehan 715 poin. Di posisi ketiga diisi Ferdaus Ardyansyah Purnomo dengan 705 poin. Sementara posisi keempat diisi Franky Martendra dengan 570 poin.

Suporter kemudian berteriak meminta manajer terpilih Sunarto menyampaikan orasi. Bahkan, beberapa suporter mendorong pagar. Sontak aparat keamanan mendekat ke pagar untuk mengamankan. Bahkan, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kudus Antoni Alfin mendekat ke suporter untuk menenangkan suporter.

Pukul 17.20 Sunarto dijemput salah seorang pegawai KONI Kudus untuk menemui suporter. Percakapan Sunarto dan suporter terhalang pagar. Sunarto yang mengenakan baju merah muda dan sarungan dituntut menyampaikan visi-misi. Saat itu juga, Sunarto menyampaikan beberapa poin. Mulai dari target ke Liga 3 Nasional hingga transparansi keuangan Persiku. ”Persiku milik bersama. Milik masyarakat Kudus. Saya mohon suporter ikut bantu mengawasi laporan keuangan, karena itu bersumber dari APBD dan uang rakyat,” jelasnya.

Suporter tak puas. Sebab, Sunarto hanya memasang target ke Liga 3 Nasional. ”Wis bosen Liga 3. Pokoke Liga 2,” teriak suporter. Menurut Sunarto, saat dia menyampaikan visi misi ke pansel memang mengusung target ke Liga 3 Nasional. ”Itu target yang saya sampaikan ke pansel. Ke Liga 3 Nasional dulu. Saya semusim saja. Nek gagal mandek,” sambungnya.

Salah seorang perwakilan suporter Dian Farizqi ingin agar pengelolaan tim lebih bagus. ”Pengelolaan tim yang kemarin kurang bagus. Manajer tahun ini harus lebih baik dari tahun kemarin,” ujarnya.

Tak puas dengan visi misi Sunarto, suporter merencanakan menggelar aksi boikot tak mau datang ke Stadion Wergu Wetan saat Persiku berlaga di musim ini. Namun, itu masih wacana. Akan dibahas dengan suporter lagi di sekretariat SMM pada Rabu (19/2) mendatang. ”Ini (rencana boikot, Red) belum final. Kami lihat dulu kinerjanya,” ujarnya.

Terpisah, ada teriakan lain boikot Yayat. Itu dilontarkan beberapa suporter di luar pagar PBG. Bahkan, diteriakkan lebih dari lima kali. Menurut Ketua Harian SMM Bachrul Niam, suporter tak mau Persiku dilatih Yayat. Sebab, dia pernah menukangi Persiku pada 2018, namun Persiku gagal lolos fase grup. ”Desas desusnya mau nunjuk Yayat lagi,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu pansel Syafik Arrosid memang mendapat masukan dari KONI Kudus dan Plt Bupati Kudus dan Askab PSSI Kudus agar memberi kesempatan pada pemain dan pelatih lokal. Namun, dia tak mau menjawab secara jelas siapa pelatih yang dimaksud. ”Intinya pemain dan pelatih dari lokal. Secara personal siapa pelatihnya belum tahu,” jelasnya. (vga)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia