Senin, 17 Feb 2020
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Dari Fashion SMK, Kini Lahir Akademi Komunitas NU Banat Fashion Design

10 Februari 2020, 16: 41: 18 WIB | editor : Ali Mustofa

BIBIT DESAINER: Mahasiswi Akademi Komunitas NU Banat (Aknuba) meraih juara I pada Lomba Fashion Show di IAIN Kudus.

BIBIT DESAINER: Mahasiswi Akademi Komunitas NU Banat (Aknuba) meraih juara I pada Lomba Fashion Show di IAIN Kudus. (BPPPMNU Banat for Radar Kudus)

Share this      

KUDUS, Radar Kudus - Usia Banat NU Kudus kini telah menginjak 80 tahun. Di umur yang matang tersebut, Badan Pelaksana Penyelenggaraan Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (BPPPMNU) Banat terus meningkatkan kualitas pendidikan di setiap jenjangnya. Mulai dari RA, MI, MTs, dan MA, dan SMK. Bahkan telah menyediakan jenjang pendidikan Akademi Komunitas NU Banat (Aknuba) di bidang fashion desainer.

Pada setiap jenjang pendidikan BPPPMNU Banat selalu memperhatikan raihan prestasi. Pihak yayasan juga senantiasa memupuk kepribadian para peserta didiknya. Hal ini dengan menjunjung tinggi nilai Ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) dan iman dan taqwa (Imtaq). Sehingga, lulusan yang dilahirkan BPPPMNU Banat siap terjun dan mengabdi ke masyarakat.

Pada 3 Desember 2018 lalu, Kemenristekdikti memberikan reward atas keberhasilan BPPPMNU Banat mengelola pendidikan pada setiap jenjangnya. Salah satunya SMK NU Banat Kudus ke ajang fashion dari tingkat nasional hingga internasional.

”Apresiasi ini diberikan izin dalam mendirikan akademi. Atau yang dikenal Aknuba,” kata Wakil Direktur Aknuba Siti Nafisatun.

PRAMUKA JUARA: Siswi MTs NU Banat meraih juara umum lomba kepramukaan tingkat Kudus.

PRAMUKA JUARA: Siswi MTs NU Banat meraih juara umum lomba kepramukaan tingkat Kudus. (BPPPMNU Banat for Radar Kudus)

Nafis menjelaskan, Aknuba sendiri merupakan jenjang pendidikan yang fokus dalam fashion desain. Lulusan Aknuba ke depannya tidak hanya bisa merancang busana. Tetapi mampu memasarkan karyannya dan bisa membaca kebutuhan pasar. Akademi ini sudah memiliki mahasiswa. Awal pendiriannya , Aknuba sudah menyabet  juara I fashion desain tingkat Kabupaten Kudus.

Jenjang pendidikan di SMK NU Banat  Kudus merupakan sekolah dengan program unggulan fashion desain. Selain mempunyai  networking dengan desainer-desainer tingkat nasional maupun internasional, SMK ini juga memiliki Brand Zelmira. Lulusan SMK NU Banat ketika lulus, diharapkan mampu menjadi desainer fashion busana yang inovatif. Sesuai dengan perkembangan dunia Fashion.

”Pada awal Januari 2020, SMK NU Banat meraih peringkat II, III, IV dan V  di ajang Sakura Collection Asia Student Award Indonesia yang dihelat Singapura,” ungkap Kepala SMK NU Banat Kasiati.

Selain itu, MA NU Banat Kudus mempunyai beberapa peminatan unggulan. Seperti peminatan Matematikan dan Ilmu Alam (MIA) dan peminatan ilmu keagamaan. Peminatan MIA jenisnya dibagi menjadi dua. Yang pertama merupakan Tahfiz MIA. Peminatan Tahfiz MIA ini sudah berjalan dua tahun yang lalu. Peminatan kedua yaitu MIA Sains.

”Lulusan juga dipersiapkan memiliki ilmu keterampilan sebagai modal hidup di masyarakat. Terlebih lagi didukung de ngan bekal ilmu agama yang didapat di pondok pesantren,” terang Kepala MA NU Banat Sri Roechanah.

OUTDOOR CLASS: Siswi MI NU Banat menghias sandal jepit dengan aneka warna.

OUTDOOR CLASS: Siswi MI NU Banat menghias sandal jepit dengan aneka warna. (BPPPMNU Banat for Radar Kudus)

Sementara itu, Kepala MTs NU Banat Kudus Nor Khasomah mengatakan, MTs NU Banat didesain sebagai madrasah yang menerapkan manajemen modern dan salaf. Harapannya, menghasilkan peserta didik yang berpegang teguh kepada tuntunan Salaf dan Nahdliyah. Sekaligus menguasai Iptek dan berakhlakul karimah.

Kelas VII di MTS NU Banat mempunyai dua kelas unggulan. Yaitu kelas unggulan untuk tahfiz dan satu kelas unggulan dibagi sesuai minat peserta didik. Baik dari sains dan keagamaan. Hadirnya kelas tahfiz diharapkan lulusan selain menguasai standar kompetensi lulusan (SKL) juga mempunyai kelebihan. Yakni hafalan Alquran minimal sembilan juz.

”Bagi kelas unggulan sains, peserta didik diharapkan bisa berkompetisi di bidang sains pada ajang olimpiade tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional,” ujarnya. .

Sistem pembelajaran serupa juga diaplikasikan di jenjang pendidikan MI. ”Sehingga dengan begitu terwujud generasi muslimah yang mar’atus sholichah. Serta siap untuk melanjutkan di jenjang pendidikan favorit selanjutnya,” kata Kepala MI NU Banat Kudus Khamim.

Untuk RA NU Banat sudah ada kegiatan ekstrakurikuler bahasa Inggris. Sedangkan bahasa arab memang sudah masuk dalam pelajaran. ”Kami pun menerapkan pembelajaran di luar kelas, seperti outbound dan outclass edukatif,” terang Kepala RA NU Banat Kudus Sri Kholistiyani. (gal)

(ks/lid/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia