Senin, 17 Feb 2020
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Menuju Sekolah Adiwiyata, SMPN 2 Trangkil Manfaatkan IPAL Air Wudu

10 Februari 2020, 13: 50: 07 WIB | editor : Ali Mustofa

CINTA LINGKUNGAN: Warga SMPN 2 Trangkil menunjukkan IPAL air wudhu yang dimanfaatkan untuk kolam dan biopori.

CINTA LINGKUNGAN: Warga SMPN 2 Trangkil menunjukkan IPAL air wudhu yang dimanfaatkan untuk kolam dan biopori. (SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI, Radar Kudus - SMPN 2 Trangkil bersiap menuju sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Jawa Tengah 2020 ini. Bahkan program-program dalam Adiwiyata yang sudah diimplementasikan di SMPN 2 Trangkil kini sudah berjalan baik. Ada 14 kunci menuju Adiwiyata yang sudah diimplementasikan patut diapresiasi. Salah satunya memanfaatkan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) air wudu untuk kolam dan biopori.

Kepala SMPN 2 Trangkil Sutrisno menyampaikan 14 kunci menuju Adiwiyata di SMPN 2 Trangkil saat ini sudah diimplementasikan dengan baik dalam kegiatan pembelajaran di dalam kelas dan luar kelas. Ini untuk mewujudkan perilaku warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Sesuai gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS).

”Untuk kegiatan di dalam kelas, bapak dan ibu guru SMPN 2 Trangkil menyusun dan merencanakan kegiatan pembelajaran yang di dalamnya ada indikator cinta lingkungan. Sementara itu penerapan di luar kelas, siswa bisa hidup berbudaya bersih, hijau, dan budaya sehat,” ucap Sutrisno. 

Koordinator Adiwiyata SMPN 2 Trangkil Naningsih menambahkan SMPN 2 Trangkil menjadi sekolah Adiwiyata Kabupaten Pati 2017 lalu. Setelah itu, sejak 2018 mulai ada persiapan dan pergerakan sekolah menuju Adiwiyata provinsi. Pergerakan itu melalui 14 kunci menuju Adiwiyata SMPN 2 Trangkil. Empat belas kunci itu ada indikator utama yakni Hijau, Resik, Pinter, dan Bagaswaras. Setiap indikator ada komponen-komponennya. 

“Seperti Hijau ada komponen taman, green house, sagusahon, dan biopori. Hal itu diimplementasikan dalam penghijauan, membuat produk unggulan stik lidah buaya, satu guru satu pohon anggrek, hingga pemanfaatan limbah air wudhu. Ada beberapa titik IPAL air wuhdu siswa pada waktu salat duhur dimanfaatkan untuk kolam dan biopori,” jelasnya.

IPAL air wudhu digunakan untuk kolam nila, jamur, dan kolam lele. Limbah air wudhu juga dialirkan untuk biopori yang kini mulai tumbuh subur. Sementara itu komposer biopori yang tersebar di 50 titik lingkungan SMPN 2 Trangkil difokuskan di tempat-tempat genangan air. Naning berharap, 14 kunci menuju Adiwiyata itu akan terus berjalan sampai kapanpun. Kini, sudah mulai ada perubahan dari warga SMPN 2 Trangkil dalam pola hidup sehat dan menjaga pelestarian lingkungan hidup.

Salah satu Duta Adiwiyata SMPN 2 Trangkil Jhessyca Laura Huda siswi kelas VII mengatakan ada sepuluh duta Adiwiyata dan 150 kader dari setiap kelas mulai kelas VII hingga kelas IX yang mempunyai tugas masing-masing. Seperti Jhessyca mempunyai tugas merawat taman. Setiap hari ia melihat kondisi taman di tiap kelas. Jika belum disiram, maka ia mengingatkan kelas tersebut untuk menyiram tanaman.

(ks/put/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia