Senin, 17 Feb 2020
radarkudus
icon featured
Sportainment

Atlet Profesional Dilarang Ikut Popda, Ternyata Ini Tujuannya

09 Februari 2020, 09: 17: 50 WIB | editor : Ali Mustofa

RAMAI: Peserta temu teknik Popda Kabupaten Kudus tampak antusias mengikuti jalannya acara di gedung Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Kudus belum lama ini.

RAMAI: Peserta temu teknik Popda Kabupaten Kudus tampak antusias mengikuti jalannya acara di gedung Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Kudus belum lama ini. (VEGA MA’ARIJIL ULA/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS, Radar Kudus – Atlet profesional yang berada di lingkaran Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP), SKO Ragunan, Pemusatan latihan nasional (Pelatnas) tak diperbolehkan mengikuti Pekan Olaharga Pelajar Daerah (Popda) Kudus 2020. Tujuannya memberikan kesempatan kepada atlet yang belum berpengalaman.

Untuk menghindari ketimpangan dalam bertanding, Popda Kudus 2020 tidak memperbolehkan sekolah menggunakan atlet profesional. Sebab, di Popda tahun ini bertujuan untuk menjaring bibit atlet yang belum berpengalaan agar mendapatkan jam terbang.

Staf Pengembangan dan pemberdayaan olahraga (Pp-Or) Sriyoto menyampaikan dari pihak provinsi. ”Kami mengacu ke juknis dari provinsi untuk Popda Kabupaten dan Popda Provinsi tidak diperbolehkan ada atlet PPLP, SKO Raguna, Pelatnas,” jelas Sriyoto.

Dia menambahkan, Popda Kabupaten bukan lagi kelas dari atlet profesional tersebut. Pihaknya ingin memberikan kesempatan kepada atlet lain agar tidak stagnan. ”Kasihan atlet yang belum kelihatan,” ujar Sriyoto.

Senada, Kasi Pengembangan dan pemberdayaan olahraga (Pp-Or) Widhoro menyampaikan ajang Popda Kudus tahun ini memang untuk memunculkan atlet masih belia. ”Kalau lawannya PPLP dan sebagainya jelas ada ketimpangan,” ujar Widhoro.

Popda Kudus tahun ini dimulai pada Minggu (8/2) mendatang. Meliputi panahan, basket, pencak silat, tenis lapangan, atletik, karate, voli, senam, takraw, taekwondo, tenis meja, sepak bola, bulu tangkis, atletik, dan renang.

Sementara itu, cabang olahraga yang langsung ke provinsi terdiri dari judo, gulat, tinju, tarung drajat, dan voli pantai. Sedangkan untuk sepatu roda dan kempo pihak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus masih berkoordinasi dengan pihak Pengkab masing-masing. (vga)

(ks/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia