Senin, 17 Feb 2020
radarkudus
icon featured
Ekonomi

Kelapa Kopyor Kabupaten Pati Tak Mampu Penuhi Permintaan Pasar

09 Februari 2020, 08: 15: 27 WIB | editor : Ali Mustofa

POTENSI UNGGUL: Pohon kelapa kopyor yang ada di Kecamatan Dukuhseti.

POTENSI UNGGUL: Pohon kelapa kopyor yang ada di Kecamatan Dukuhseti. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI, Radar Kudus – Meski dikenal sebagai penghasil kelapa kopyor, Kabupaten Pati masih saja kesulitan memenuhi permintaan pasar. Hal itu akibat serangan hama yang masih sering terjadi.

”Kami sudah sering memberikan bantuan berupa bibit kelapa kopyor. Agar mampu mendongkrak produksi kelapa kopyor. Hanya saja, hingga saat ini kami masih terkendala oleh musuh alami berupa hama wawung,” terang Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pati Muchtar Efendi.

Upaya pembasmian sudah dilakukan. Mulai dari pengendalian hama secara bertahap hingga membuat bibit unggul. Upaya itu dilakukan melalui pengembangan di laboratorium. 

”Tahun ini kami sebetulnya sudah punya embrio untuk memperbanyak kelapa kopyor yang unggul. Dari hasil tunasnya itu dikulturkan, dihidupkan, dikembangkan di laboratorium, teknologinya itu sederhana, bibit kopyornya itu seratus persen kopyor. Jadi lebih unggul,” papar Muchtar.

Seperti diketahui, ada tiga sentra utama perkebunan kelapa koyor di Bumi Mina Tani. Yakni di Kecamatan Dukuhseti, Tayu dan Kecamatan Margoyoso. ”Kalau kebutuhan lokal disini memang cukup, lalu untuk permintaan dari luar luar Jawa itu yang sangat banyak. Kami memang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pasar,” imbuhnya.

 Muchtar menambahkan, ada tiga varietas kelapa genjah di sentra kelapa kopyor. Yakni genjah hijau, kuning dan coklat.

 Lebih lanjut, para petani kelapa kopyor mulai memilih cara alami untuk mengendalikan hama kelapa kopyor. Hama wawung ini musuh alaminya adalah wawung. Kalau mencium aroma kencing tupai wawung tidak akan mendekat ke pohon kelapa.

”Sementara kami jaga musuh alaminya. Karena itu sangat efektif untuk mengendalikan wawung,” terang Dimas salah seorang petani kelapa kopyor di Desa Ngagel Kecamatan Dukuhseti.

(ks/aua/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia