alexametrics
Selasa, 09 Mar 2021
radarkudus
Home > Politik
icon featured
Politik

Fanty Kurnia Margaretha, Satu-satunya Pelamar Bacawabup Perempuan

06 Februari 2020, 10: 35: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

PEDE: Fanty Kurnia Margaretha pengusaha kelahiran Kota Garam ini, ingin mengabdikan diri dengan turut pada Pilkada 2020 dengan melamar sebagai Bacawabup di PDIP dan PPP.

PEDE: Fanty Kurnia Margaretha pengusaha kelahiran Kota Garam ini, ingin mengabdikan diri dengan turut pada Pilkada 2020 dengan melamar sebagai Bacawabup di PDIP dan PPP. (DOK.RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG, Radar Kudus – Pilkada 2020 sudah tinggal beberapa bulan lagi. Sejumlah figur sudah mulai muncul, baik dari partai maupun dari perseorangan. Salah satunya Fanty Kurnia Margaretha, yang menjadi satu-satunya perempuan yang berani melamar sebagai bakal calon wakil bupati (bacawabup) melalui penjaringan PDIP dan PPP.

Fanty sendiri memang bukan dari kalangan politik. Tetapi perempuan yang hoby bermain golf ini memiliki cita-cita besar untuk Kabupaten Rembang melalui pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang selam ini dia geluti.

Tekad maju pilkada tahun ini, telah dibuktikan dengan kesungguhannya dalam berbagai tahapan. Mulai penjaringan yang dibuka di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Persatuan dan Pembangunan (PPP). Termasuk yang terakhir. Hadir pada Harlah PPP yang digelar baru-baru ini.

Keseriusan dan modal restu dari orang tua menjadi modal dasar dirinya mencalonkan diri sebagai bakal calon wakil bupati. Dia pun mengaku telah melakukan komunikasi politik dengan sejumlah tokoh parpol di Kota Garam daerah.”Kami sudah menemui dan bersilaturahmi dengan Gus Majid Kamil, Ketua DPC PPP Rembang. Selain itu juga tokoh-tokoh politisi hingga para kiai di Rembang,” bebernya.

 Dia mengaku silaturahmi tersebut hanya sebatas perkenalan, membahas program strategis yang bakal ia usung jika diberikan kesempatan maju pada pilkada nanti.” Yang bahas belum mengarah politik. Namun lebih membahas potensi daerah maupun perkembangan Rembang ke depan. Termasuk dalam beberapa kesempatan blusukan di beberapa desa untuk baksos,” ungkapnya.

Fanty mengaku memiliki jaringan dan relasi luas. Jaringan itu dapat dimanfaatkan untuk perkembangan daerah. Bagian kecil mungkin UMKM. Kesulitan yang dirasakan pelaku UMKM siap dijembatani via relasinya.

”Rembang punya produksi jagung melimpah. Kita jembatani lewat teman saya yang mempunyai ekspor luar negeri. Jadi kita kolaborasikan kolega bisnis dan jaringan. Termasuk batik maupun undang para investor untuk membangun Rembang,” pengakuan anggota Golfer nasional tersebut.

Bagi perempuan yang kini disibukkan sebagai pengusaha dan konsultan Oil Company tersebut. Ia maju pada pilkada bukan sekadar ke depan terpilih atau tidak. Baginya program kerja berjalan dengan baik. “Jadi harus memiliki banyak terobosan. Supaya program berjalan, demi kemajuan masyarakat Kabupaten Rembang,” imbuhnya.

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP