Senin, 17 Feb 2020
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Bermodal Kunci Y, Kuli Bangunan Ini Gasak Motor Butuh Waktu 5 Detik

05 Februari 2020, 23: 11: 21 WIB | editor : Ali Mustofa

AKSI CEPAT: Dua pelaku curat saat diminta menunjukkan Kapolres Rembang, AKBP Dolly A Primanto cara mengambil kendaraan curian dengan durasi aksi hanya 5 detik.

AKSI CEPAT: Dua pelaku curat saat diminta menunjukkan Kapolres Rembang, AKBP Dolly A Primanto cara mengambil kendaraan curian dengan durasi aksi hanya 5 detik. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG, Radar Kudus - Aksi kuli bangunan asal Pati ini harus berakhir di jeruji besi. Kemarin, mereka ditangkap mencuri gas tiga kilogram. Yang mengejutkan dalam pengembangan penyelidikan mereka ternyata tercatat delapan kali mengotaki pencurian sepeda motor di sejumlah lokasi.

Pelakunya berisial WY, usianya 22 tahun. Residivis ini tidak sendirian. Dia melancarkan aksinya bersama IK, 24 tahun, karyawan, asalnya dari Rembang (joki). Aksinya berakhir setelah tim Satreskrim Polres Rembang membekuk keduanya.

Penangkapannya di sebuah warung. Masuk wilayah kecamatan Sluke. Mereka terjerat perkara pencurian dan pemberatan. Dengan pasal persangkaan, pasal 363 KUH pidana ancaman hukuman maksimal 7 tahun.

Kapolres Rembang, AKBP Dolly A Primanto, didampingi Kasatrekrim, AKBP Bambang Sugito saat gelar perkara menyebutkan jika penangkapan dua tersangka berawal dari pencurian LPG di salah satu warung. Tepatnya di Kecamatan Sluke. Lalu dikembangkan yang dilakukan pelaku tersebut.

”Dua pelaku melakukan pencurian. Setelah kami kembangkan ada delapan TKP. Kasus curanmor yang dilakukan selama ini. Mereka melakukan menggunakan kunci Y yang sudah dimodifikasi, untuk merusaknya” Keterangannya.

Polisi saat ini masih dikembangkan. Mudahmudahan dapat berkembang lagi, TKP maupun tersangka. Kini sepeda motor sudah diamankan. Semua motor dapat diperoleh. Termasuk barang bukti tabung gas di salah satu kios. Pada tanggal 23 Januari 2020, sekitar pukul 22.00 WIB.

”Peran masing-masing tersangka satu melakukan pengrusakan. Satunya WY pembawa motor. Motor sempat berpindah-pindah. Tetapi berhasil kita amankan dan lakukan negosiasi, dengan para orang yang berhubungan termasuk memeriksa beberapa saksi. Total ada 10 saksi,” terangnya.

Terkait barang bukti kendaraan ada yang sudah dipreteli dan utuh. Harga jualnya dibawah Rp 10 juta, jauh dari standar. Bahkan hasil pencurian ada yang digunakan sarana. Dengan lokasi yang disasar rata-rata depan teras.

“Kami mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat parkir. Termasuk saat ada yang jual beli kendaraan. Untuk mengecek surat kelengkapan. Jangan mudah mengikuti bujuk rayu atau iming-iming harga murah,” imbuhnya.

Tersangka WY saat ditanya mengaku pernah mengalami hukuman satu kali di Pati. Dengan kasus yang dialami penggelapan. Sedangkan rekannya IK hanya ikut-ikutan. Perannya membawa motor, sedangkan pemetik motor WY.

”Ambil kendaraan hitungannya 5 detik. Paling lama 7-8 detik. Salah satunya kendaraan saya ambil dekat masjid. Ketika keadaan aman langsung saya ambil. Tidak dilakukan survey. Jadi spontan,” jelasnya saat gelar perkara.

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia