Senin, 17 Feb 2020
radarkudus
icon featured
Ekonomi

Dinas Perdagangan: Pertumbuhan Ekspor Garmen Jepara Kalahkan Furnitur

31 Januari 2020, 15: 55: 09 WIB | editor : Ali Mustofa

PILIH: Wisatawan mancanegara memilih produk furnitur Jepara di sentra patung Mulyoharjo, Jepara, belum lama ini. 

PILIH: Wisatawan mancanegara memilih produk furnitur Jepara di sentra patung Mulyoharjo, Jepara, belum lama ini.  (M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA, Radar Kudus - Sektor furnitur masih merajai ekspor di wilayah Jepara selama 2019. Namun angka pertumbuhannya lebih kecil dibandingkan produk garmen dan sepatu. Pertumbuhan nilai ekspor furnitur dari tahun sebelumnya 4,3 persen. Sementara garmen mencapai 19 persen.

Komoditi furnitur pada 2018 sumbang nilai ekspor USD 179,033 juta. Sedangkan Pada 2019 USD 186,845 juta. Tetap mengalami kenaikan dan mendominasi dari nilai ekspor total. Sementara garmen nilai ekspornya menempati urutan kedua. Nilai ekspor pada 2018 sumbang USD 150,361 juta. Sedangkan 2019 USD 178,962.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jepara Iskandar Zulkarnain menjelaskan selama beberapa tahun terakhir, furnitur mengalami kelesuan pasar. Namun tetap menjadi andalan. Meski begitu, garmen mulai merangsek dengan pertumbuhan ekspor yang melebihi pertumbuhan furnitur.

”(Furnitur, Red) memang mengalami kenaikan nilai ekspor, tapi secara umum kondisi di lapangan sedang lesu pasar ekspor. Makanya eksportirnya semakin berkurang,” katanya.

Diakuinya, pemodal asing yang mulai memasuki wilayah Jepara membuat sektor garmen mengalami pertumbuhan nilai ekspor. Yang menjadi pekerjaan rumah, menurutnya mendorong kembali furnitur mengalami pertumbuhan. “Furnitur kan jadi andalan Jepara,” imbuhnya.

Selama ini pasar dari luar negeri cenderung lesu. Namun itu tidak menjadi satu-satunya alasan. Selama ini pihaknya rutin menggelar pameran yang memfasilitasi para eksportir Jepara. Dengan harapan menambah jangkauan pasar. Bahkan para pembeli setelah mengikuti pameran diajak ke Jepara. Melihat proses produksi. “Supaya ada kepercayaan dari buyer,” jelasnya.

(ks/war/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia