Senin, 17 Feb 2020
radarkudus
icon featured
Pati

Ribuan Botol Miras Hasil Razia Dimusnahkan di Depan Kantor Bupati Pati

29 Januari 2020, 14: 26: 37 WIB | editor : Ali Mustofa

DIMUSNAHKAN: Delapan ribu botol miras berbagai merek hasil putusan Pengadilan Negeri (PN) Pati dimusnahkan di depan Kantor Bupati Pati kemarin pagi.

DIMUSNAHKAN: Delapan ribu botol miras berbagai merek hasil putusan Pengadilan Negeri (PN) Pati dimusnahkan di depan Kantor Bupati Pati kemarin pagi. (SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI, Radar Kudus – Ribuan botol minuman keras (miras) hasil razia Satgas Kebo Landoh Polres Pati yang telah diputus Pengadilan Negeri (PN) Pati telah dimusnahkan kemarin di depan Kantor Bupati Pati. Pemusnahan 8 ribu ribu botol miras disaksikan masyarakat termasuk puluhan siswa yang sedang berolahraga di Alun-alun Pati. Bahkan Bupati Pati Haryanto memberikan edukasi kepada siswa untuk menghindari miras.

Pemusnahan miras tersebut dilakukan sekitar pukul 09.00 di komplek Alun-alun Pati tepatnya depan Kantor Bupati Pati. Sebelum acara pemusnahan miras, Haryanto tiba-tiba mengambil satu botol miras dan memanggil puluhan siswa yang sejak acara seremoni dimulai sudah kepo berkerumun untuk melihat proses pemusnahan miras dengan diselender.

Haryanto memberikan pertanyaan kepada para siswa perbedaan air minum kemasan yang boleh diminum dan air miras di dalam botol. ”Air putih dalam botol kemasan dan air miras sama tidak? boleh dikonsumsi tidak,” tanya Haryanto kepada siswa. Para siswa serempak menjawab air miras tidak boleh diminum.

“Saya kawatir dengan anak-anak ini yang merupakan generasi penerus. Untuk itu saya bri edukasi kepada anak-anak bahwa itu larangan. Kalau tidak tahu bisa berbahaya. Mereka sudah cerdas membedakan air putih yang boleh diminum dan tidak boleh diminum. Karena miras bisa memicu banyak masalah dan tentunya dilarang,” jelasnya.

Orang nomor satu di Bumi Mina Tani ini mengapresiasi adanya pemusnahan miras tersebut. Menurutnya pemusnahan miras sudah dilakukan berkali-kali setiap tahun. Untuk mewujudkan Pati bebas miras, harus didukung oleh semua elemen masyarakat. Sebab, selama ini penjualannya sembunyi-sembunyi. Setelah dirazia digelar lagi dagangannya. Kalau tidak berpindah lokasi jualan miras.

“Saya juga berharap distributor miras dihukum seberat-beratnya supaya jera. Selain itu, saya mendorong komisi bersangkutan untuk merevisi Perda 22/2002 tentang Miras dari 0,5 persen alkohol menjadi 0 persen alkohol. Saat ini masih dikaji. Karena miras yang beredar lebih dari 0,5 persen. Yang dimusnahkan ini bahkan ada yang sampai kadar alkoholnya 20 persen,” tegasnya.

Pemusnahan barang bukti dan barang rampasan miras Kejaksaan bekerjasama dengan Polres Pati ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Pati Saiful Arifin, Sekda Pati Suharyono, Forkopimda, dan FKUB. Sementara itu Kepala Kejari Pati Darmukid mengatakan, dari 8 ribu miras yang dimusnahkan itu merupakan barang bukti hasil putusan dari 15 terdakwa di PN Pati yang sebelumnya dirazia oleh Satgas Kebo Landoh Polres Pati. Dari operasi telah disidangkan oleh PN Pati dan diputus selanjutnya dimusnahkan.

“Dari 8 ribu botol miras ini hasil kerja bersama yang dimoroti Polres Pati dengan senjata Perda Pati 22/2002 tentang Miras. Dari Tim Kebo Landoh yang sudah beroperasi sangat kami apresiasi. Karena keberadaan miras itu membahayakan. Satu botol miras saja kalau diminum lima orang bisa fatal. Lha ini ada 8 ribu botol miras,” tegasnya.

(ks/put/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia