Senin, 17 Feb 2020
radarkudus
icon featured
Kudus

Upaya Pelestarian Cagar Budaya, Disbudpar Kudus Angkat Derajat 165 BCB

29 Januari 2020, 11: 51: 23 WIB | editor : Ali Mustofa

PENINGGALAN LELUHUR: Langgar Bubrah menjadi salah satu BCB di Kudus. Disbudpar Kudus melakukan penyusunan rencana induk panduan pelestarian cagar budaya bendawi dan nonbendawi.

PENINGGALAN LELUHUR: Langgar Bubrah menjadi salah satu BCB di Kudus. Disbudpar Kudus melakukan penyusunan rencana induk panduan pelestarian cagar budaya bendawi dan nonbendawi. (GALIH ERLAMBANG W/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS, Radar Kudus - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus melakukan penyusunan rencana induk panduan pelestarian, perawatan, dan pengembangan cagar budaya bendawi dan nonbendawi. Langkah ini dilakukan untuk pelestarian cagar budaya sekaligus sebagai bentuk acuan daerah. Hal ini juga sebagai upaya dalam pengajuan terbentuknya produk hukum daerah.

Kasi Sejarah, Permuseuman, dan Kepurbakalaan Disbudpar Kabupaten Kudus Lilik Ngesti mengatakan, rencana induk ini mengacu pada UU No 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Pasal 96 Ayat 2 menyatakan, bahawasanya pemerintah perlu menyusun dan menetapkan rencana induk pelestarian cagar budaya. ”Kami ketinggalan jauh. Rencana induk ini dibuat agar ada acuan. Saat ini telah diajukan kepada Bagian Hukum Setda Kudus,” katanya.

Lewat rencana induk ini, pihaknya mengajukan beberapa benda cagar budaya (BCB). Ada 165 jenis. Meliputi, usulan cagar budaya peringkat kabupaten menjadi provinsi ada 111 buah. Sedangkan tingkat benda cagar budaya yang akan diusulkan ke tingkat kabupaten ada 54 buah. ”Di Kudus benda cagar budaya yang statusnya ke tingkat nasional hanya Menara Kudus. Lewat rencana induk ini diharapkan bisa mengangkat status cagar budaya,” katanya.

(GALIH ERLAMBANG W/RADAR KUDUS)

Selain bendawi, pihaknya juga menyertakan warisan nonbendawi. Di antaranya tari Kudus dan bahasa Kudusan. Rencana induk panduan pelestarian itu, juga mengacu pada dasar hukum UU No 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Juga Perda Prov Jateng No. 10 Tahun 2013 tentang Pelestarian dan Pengelolaan Cagar Budaya Provinsi Jawa Tengah.

Dari susunan rencana induk itu, pihaknya berharap akan ada langkah dari Pemkab Kudus. Dengan menerbitkan produk hukum (Perda) tingkat daerah. Dengan begitu, masyarakat diharapkan bisa mengenali jati diri Kudus melalui beragam peninggalan budaya. ”Di dalamnya juga terdapat pelestarian, perawatan, perlindungan, dan pemanfaatan,” imbuhnya. (gal)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia