Senin, 24 Feb 2020
radarkudus
icon featured
Kudus

Diduga Tanah Ambles, Bangunan RSUD Dr Loekmonohadi Kudus Miring

Plt Bupati Tak Masalah Dirobohkan

29 Januari 2020, 11: 25: 11 WIB | editor : Ali Mustofa

DIKOSONGKAN: Gedung Dahlia RSUD dr Loekmonohadi Kudus miring. Gedung itu ambles diduga lantaran tanah pondasi ambles.

DIKOSONGKAN: Gedung Dahlia RSUD dr Loekmonohadi Kudus miring. Gedung itu ambles diduga lantaran tanah pondasi ambles. (DONNY SETAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS, Radar Kudus - Salah satu bangunan di rumah sakit umum daerah (RSUD) Dr Loekmonohadi Kudus miring. Bangunan itu gedung Dahlia. Bangunan yang digunakan sebagai ruang rawat inap pasien kelas I dan VIP. Miringnya bangunan tiga lantai itu diduga karena amblesnya tanah. Untuk mengantisipasi kejadian buruk yang tidak diinginkan, pihak RSUD telah mengosongakan pasien yang berada di lantai dua dan tiga sejak Desember tahun kemarin.

Direktur RSUD Dr Loekmonohadi Kudus dokter Abdul Aziz Achyar membenarkan kondisi itu. Evakuasi pasien telah dilakukan sejak Desember tahun kemarin. Hal itu menyusul semakin miringnya bangunan yang dibangun pada 2005. Ada sekitar 42 pasien dipindahkan. Sebanyak 24 dari ruang Dahlia II dan 24 dari Dahlia III.

”Karena miring, pasien yang ada di ruang Dahlia II dan III kami pindahkan ke ruang Edelweiss Desember lalu. Saat itu cuacanya sedang ekstrim. Jadi dari pada terjadi hal yang tidak diinginkan,” jelas Aziz.

Aziz menuturkan kemiringan bangunan tersebut sudah terdeteksi sejak tiga tahun lalu. Namun pihaknya baru mengambil tindakan mengosongkan sebagian ruang pada akhir tahun lalu. Hal itu karena sebelumnya RSUD Dr Loekmonohadi terus kebanjiran pasien. Saat itu pun diungkapkannya, pasien masih menumpuk.

Kemiringan gedung tidak terlalu tampak dari luar, namun jika diperhatikan pada bagian kusennya sudah melengkung. Sehingga banyak pintu di ruangan itu tidak bisa tertutup sempurna karena kondisi tersebut.

”Sekarang sudah ada ruang Edelweiss, jadi pasien dapat dipindahkan ke sana. Itupun Dahlia 1 sekarang masih kami gunakan karena pasiennya terus bertambah,” katanya.

Saat ini, dirinya menilai ruang Dahlia 1 masih relatif aman digunakan. Sebab, dengan pengosongan di lantai 2 dan 3 dirasa sudah cukup mengurangi beban bangunan. Terkait kondisi ini, pihaknya mengaku telah ‎telah meminta pertimbangan kepada Pemkab Kudus selaku pemilik aset. Surat kepada Plt bupati Kudus telah dilayangkan beberapa hari lalu. Tak hanya itu, pihaknya juga meminta Dinas PUPR membuat kajian bangunan.

Pihaknya juga sudah berkonsultasi dengan konsultan konstruksi. Menurut konsultan, bangunan itu tidak bisa diperbaiki. Menurutnya, belum ada teknologi untuk mencegah amblasnya pondasi yang membuat gedung miring. ”Disuntik tidak mungkin, karena ini bangunan tiga lantai. Karena itu saya sudah laporkan ke Plt bupati pelan-pelan kami pindahkan pasien,” jelasnya.

Dikonfirmasi hal ini, Plt Bupati Kudus Hartopo mengaku tidak masalah jika gedung tersebut harus dirobohkan. Jika memang kondisinya membahayakan. ”Kalau memang tidak bisa diperbaiki. Dirobohkan tidak masalah. Dari pada membahayakan pasien,” tutupnya.

(ks/daf/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia