Senin, 17 Feb 2020
radarkudus
icon featured
Jepara

Sidak Galian C Ilegal, Alat Berat Disita dan Dipasangi Garis Polisi

28 Januari 2020, 16: 10: 02 WIB | editor : Ali Mustofa

TUTUP: Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi meminta penjelasan warga terkait pembukaan lahan tanpa izin di Desa Bungu, Mayong, kemarin. Polres menyita satu truk dan dua alat berat.

TUTUP: Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi meminta penjelasan warga terkait pembukaan lahan tanpa izin di Desa Bungu, Mayong, kemarin. Polres menyita satu truk dan dua alat berat. (M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA, Radar Kudus - Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi bersama Kapolres Jepara AKBP Nugroho Tri Nuryanto tinjau lokasi pembukaan lahan tanpa izin dan lokasi penambangan di Desa Bungu, Mayong, kemarin. Hal itu menyusul laporan dari warga setempat yang mengeluhkan operasional alat berat dan kerusakan alam setempat.

Tiba di lokasi, rombongan sudah ditunggu warga pemilik lahan. Salah satunya Sugiyanto. Ketika diminta keterangan Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi, Sugiyanto mengatakan ada sembilan warga pemilik lahan yang dibuka oleh orang tak dikenal. Awalnya lahan itu berupa jalan selebar tiga meter.

Pada Kamis (23/1) lalu alat berat masuk ke jalan itu. Melebarkan jalan menjadi lima meter. Kayu milik warga di sepanjang 200 meter jalan itu ikut tersapu alat berat. Saat kejadian, warga berusaha menghentikan aktivitas tersebut. Ranting-ranting pohong dibuat pagar melintang di ditengah jalan. “Supaya tidak dilanjutkan lagi. Tidak ada komunikasi dengan pemilik lahan,” kata Sugiyanto.

(M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Di ketahui melalui akses jalan itu, terdapat lokasi yang digunakan untuk galian C. Rombongan kemudian melanjutkan peninjauan galian di Desa Bungu. Terdapat tiga titik yang ditinjau. Dua diantaranya tambang manual dan satu menggunakan alat berat. Ditemukan alat berat excavator dan truk di salah satu lokasi. Kemudian diamankan Polres Jepara berikut pekerja tambang guna dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut.

Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi mengatakan pihaknya ingin memastikan penambangan harus memiliki izin. Namun jika ditemukan penambangan yang tidak berizin proses hukum diberlakukan. “Disadari atau tidak penambangan ini kan berdampak pada lingkungan. Tapi kalau berizin ada prosedurnya mana yang boleh ditambang mana yang tidak,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Jepara AKBP Nugroho Tri Nuryanto menegaskan pihaknya telah menahan alat berat dan pekerja yang ada di lokasi. Selanjutnya dimintai keterangan mengenai aktivitas penambangan tersebut. “Kami tidak tinggal diam masalah galian liar ini. Pasti tindak tegas kalau tidak berizin,” tuturnya. 

(ks/war/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia