alexametrics
Jumat, 10 Jul 2020
radarkudus
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Kelabuhi Petugas, Pemuda Kudus Ini Tulis Tembakau Gorila dengan Teh

27 Januari 2020, 13: 29: 43 WIB | editor : Ali Mustofa

NARKOTIKA: Kapolres Kudus AKBP Catur Gatot Efendi menunjukkan barang bukti paket tembakau gorila yang didapat dari hasil penggeledahan di salah satu drop point jasa pengantaran di Dawe, Kudus.

NARKOTIKA: Kapolres Kudus AKBP Catur Gatot Efendi menunjukkan barang bukti paket tembakau gorila yang didapat dari hasil penggeledahan di salah satu drop point jasa pengantaran di Dawe, Kudus. (DIYAH AYU FITRIYANI/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS, Radar Kudus - DI, 22, pasrah saat digelandang tim Satresnarkoba Polres Kudus. Pemuda yang beralamat di Desa Margorejo, Dawe, Kudus ini, ditangkap karena didapati memiliki narkotika jenis tembakau gorila. Narkoba tersebut baru saja diambilnya dari salah satu drop point jasa pengantaran di Dawe. Untuk mengelabuhi petugas, DI dalam paketan itu tertulis paketan teh.

DI menuturkan paketan berisi tembakau gorila tersebut dibelinya online. Dirinya megaku penasaran sehingga memutuskan untuk membelinya. Tembakau gorila seberat 9,92 gram dibelinya seharga Rp 400 ribu.

”Saya baru sekali ini beli. Mau nyoba,” katanya.

Kapolres Kudus AKBP Catur Gatot Efendi didampingi Kasat Narkoba Polres Kudus AKP Sucipto mengatakan tersangka ditangkap saat mengambil paketan di depan Alfamart Cendono Jalan Kudus-Colo, Dawe. Dari hasil penggeledahan, didapati satu bungkus plastik klip berisi tembakau gorila seberat 9.82 gram di dalam satu bungkus paketan. Barang ini disimpan di dalam pakaiannya.

”Saat itu, tim memang sedang melakukan patroli dan pengecekan ke sejumlah drop point jasa pengantaran. Saat di lokasi tim mencurigai paketan tersebut,” jelas Catur.

Untuk menyamarkan petugas, paketan berisi norkotika tersebut tertulis berisi teh. Dikatakan Catur, untuk membedakan tembakau bisa dengan tembakau gorila cukup sulit. Sekilas, keduanya tampak mirip. Untuk mengetahuinya, perlu dilakukan pengecekan khusus.

”Disamarkan, biar tidak ketahuan. Kami masih melakukan pengembangan atas kasus itu. Penyelidikan masih dilakukan terhadap pihak yang ada kaitannya dengan tersangka yang belum ditangkap,” imbuhnya.

Atas perbuatannya, tersangka diancam dengan Pasal 112 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Jo Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 44 Tahun 2009 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika. Ancaman pidananya paling singkat 4 tahun  dan paling lama 12 tahun penjara dan denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar.

(ks/daf/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia