alexametrics
Rabu, 20 Jan 2021
radarkudus
Home > Grobogan
icon featured
Grobogan

Purwodadi Digadang Jadi Kampung Bhinneka

25 Januari 2020, 11: 48: 04 WIB | editor : Ali Mustofa

TOLERANSI: Prajurit Kodim 0717/Purwodadi membersihkan Kelenteng Hok An Bio Purwodadi kemarin.

TOLERANSI: Prajurit Kodim 0717/Purwodadi membersihkan Kelenteng Hok An Bio Purwodadi kemarin. (KODIM 0717/PURWODADI FOR RADAR KUDUS)

Share this      

PURWODADI, Radar Kudus – Selama perayaan Tahun Baru Sin Tjia (Imlek) ada yang unik di sepanjang Jalan Kolonel Sugiono. Kompleks yang banyak dihuni warga keturunan Tionghoa ini, ramai dipasang gapura dengan nuansa Tiongkok.

Di pintu masuk sebelah selatan kompleks, dibangun gapura secara zig zag dengan ciri oriental. Hal ini salah satu program dari Kelurahan Purwodadi. Lurah Purwodadi Hendro Sutopo mengatakan, tujuan dipercantiknya Jalan Kolonel Sugiono untuk membangun semangat persatuan dan kesatuan antara kaum minoritas dengan kaum mayoritas yang tinggal di Kelurahan Purwodadi.

Menurutnya, Jalan Kolonel Sugiono merupakan salah satu tempat bersejarah di Kota Purwodadi. Banyak keturunan Tionghoa yang bermukim di situ. ”Di sini sudah sejak lama banyak orang-orang Tionghoa. Mereka membaur jadi satu dengan masyarakat asli Kota Purwodadi,” jelasnya.

DIPASANG HIASAN: Sepanjang Jalan Kolonel Sugiono dihias lampion dan aksesori Imlek lain.

DIPASANG HIASAN: Sepanjang Jalan Kolonel Sugiono dihias lampion dan aksesori Imlek lain. (INTAN MAYLANI SABRINA/RADAR KUDUS)

Dana pembuatan gapura dan pemasangan lampu hias bersumber dari stimulan dana alokasi kelurahan 2019 sejumlah Rp 150 juta. Ornamen lampu hias ditulisi beragam kata-kata kebajikan dari berbagai ajaran agama di Indonesia. ”Harapannya, melalui pembangunan gapura dan pemasangan lampu hias ini, bisa menghidupkan kembali suasana kampung agar meriah. Kami berpikir agar kampung ini menjadi kampung bhinneka,” ungkapnya.

Dia harap, ke depan ada pengembangan. Seperti ada pertunjukkan seni budaya dan kuliner di lokasi itu. Bahkan, Kuliner Katamso dan Kelenteng Hok An Bio bisa saling bersinergi. Kami sempat membahas pembukaan tembok yang menghadap barat kelenteng itu. Sehingga Kuliner Katamso dan kelenteng bisa menyatu.

”Rencananya, kegiatan ini bisa digelar saat Cap Go Meh. Dengan begitu, budaya Jawa dan Tionghoa bisa dipadukan. Bukan hanya barongsai dan wayang potehi, namun ada juga wayang kulit dan tari angguk. Kuliner juga ada makanan khas Tionghoa dan Jawa (Purwodadi),” katanya.

Wujud toleransi juga ditunjukkan puluhan anggota Kodim 0717/Purwodadi. Kemarin, mereka melaksanakan karya bakti pembersihan lingkungan Kelenteng Tri Dharma Hok An Bio Purwodadi. Seperti membersihkan debu di kelenteng, membersihkan sampah dan rumput, serta mengecat pagar kelenteng.

Dandim 0717/Purwodadi Letkol Inf Asman Mokoginta melalui Kasdim Mayor Inf Nehemia Urim Perdana mengatakan, untuk menyukseskan perayaan tahun baru Imlek kali ini, pihaknya sebagai anggota TNI tergerak membantu membersihkan kelentang. ”Kodim 0717/Purwodadi dan jajaran siap menciptakan kerukunan di Grobogan. Kali ini kesempatan rekan kita yang beragama Konghucu, Tao, dan Buddha merayakan Imlek 2571. Kita siap memberikan rasa aman,” ujarnya.

Sementara itu, Pengurus Klenteng Hok An Bio Budi Wiguno mengucapkan rasa terima kasih kepada TNI anggota Kodim 0717/Purwodadi dan jajaran yang telah ikut membantu pelaksanaan pembersihan di seputaran kelenteng. ”Dengan adanya kegiatan ini tempat ibadah kami kelihatan lebih bersih dan indah sehingga kami akan merasa lebih nyaman dan khusuk dalam beribadah,” ucapnya. 

(ks/int/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya