alexametrics
Rabu, 21 Oct 2020
radarkudus
Home > Ambyar
icon featured
Ambyar

Cintaku Terhalang Weton

22 Januari 2020, 13: 52: 20 WIB | editor : Ali Mustofa

Cintaku Terhalang Weton

ANDIK (nama samaran) sudah lama membina cinta dengan Yunita (nama pengganti). Pertemuan tak sengaja di masa ospek saat mereka awal masuk kuliah itu, menumbuhkan benih-benih asmara. Tak berselang lama, mereka resmi berpacaran.

Bagai Mimi dan Mintuno. Kemana-mana selalu berdua. Makan berdua, mengerjakan tugas bersama, semuanya serba bersama-sama. Mereka pasangan yang sangat cocok dan serasi.

Andik sudah saling kenal dengan keluarga Yunita. Begitupun sebaliknya. Menikah hanya tinggal selangkah. Mereka berpacaran hampir delapan semester alias empat tahun. Sebelum wisuda, Andik sudah berniat melamar pujaan hatinya itu.

Malang benar nasib mereka. Sebagai orang Jawa, mereka mengikuti adat. Sebelum menikah, ada hitungan weton keduanya.

Setelah dihitung-hitung weton-nya, ternyata jatuh pada kebo gerang. Sebagai orang Jawa yang masih memegang teguh adat dan kebudayaan leluhur, hal itu tidak baik. Sebab, dipercaya pernikahan akan berakibat tidak baik untuk keduanya nantinya. Nasibnya tidak baik.

Pendek kata, menurut hitungan weton itu mereka tak berjodoh. Titik tanpa koma. Tidak ada kata lain, selain pernikahan harus dibatalkan.

Mau tidak mau keduanya harus merelakan diri. Episode-episode kisah saling mengasihi dan mencintai itu harus ambyar di tengah jalan. Harus berakhir. Tak bisa dilanjutkan dalam ikatan pernikahan.

Andik pun pusing setengah mati. ”Duh biyung. Bukan motor ninja dan sepeda Brompton yang membuat galau. Cintaku terhalang weton,” keluh Andik. (aua/lin)

(ks/aua/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya