Kamis, 30 Jan 2020
radarkudus
icon featured
Rembang

DPUTaru Rembang: Jalan Lingkar Sarang Retak 1 Km Beres Sepekan

15 Januari 2020, 16: 07: 50 WIB | editor : Ali Mustofa

DICEK LANGSUNG: Kepala DPUTaru, Kabupaten Rembang, Sugiarto terjun lapangan meninjau kerusakan jalan alternatif lingkar Sarang, kemarin (14/1).

DICEK LANGSUNG: Kepala DPUTaru, Kabupaten Rembang, Sugiarto terjun lapangan meninjau kerusakan jalan alternatif lingkar Sarang, kemarin (14/1). (DOK. RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG, Radar Kudus - Pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTaru) dan Inspektorat Kabupaten Rembang terjun ke lokasi kerusakan jalan lingkar Sarang kemarin. Mereka terjun ke lokasi selain mengecek secara langsung kerusakan jalan. Juga ingin memastikan progress penanganan kerusakan oleh rekanan. Dinas memperkirakan perbaikan retakan dan ambrolnya jalan bisa rampung sepekan.

Hasilnya, dari pengukuran Inspektorat diketahui retak hanya 41,6 meter. Sementara yang ambrol dikarenakan ada RCP atau saluran pembuangan warga berbentuk bis beton. “Hasil tinjauan di lapangan disimpulkan pemicu retakan jalan alternatif dipastikan karena diterjang ombak sehingga penanganan aspal terkelupas. Setelah itu dilakukan pemadatan kembali. Dengan menggunakan penggilas berukuran kecil,” katanya Kepala DPUTaru, Kabupaten Rembang, Sugiarto saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus.

Setelah dipastikan benar-benar padat baru dilakukan pengaspalan ulang. Total yang disentuh perawatan sepanjang 41,6 meter. Ini mengacu data yang diukur tim Inspektorat Rembang sesuai kerusakan jalan.

“Kerusakan jalur lingkar titiknya di wilayah Temperak dari panjang pekerjaan keseluruhan jalan1,8 km. Khusus di Temperak panjangnya hanya sekitar 900 meter atau hampir satu km. Artinya tidak mengalami keretakan keseluruhan. Untuk menanggulangi gelombang di sisi luar sheet pile atau jalan dipasang bolder sepanjang 2 meter,” terangnya.

Menurutnya bolder ini fungsinya untuk menghalangi ombak. Sekaligus menghalangi air laut agar tidak langsung terkena jalan. Untuk itu batu-batu besar ditata. Kurang lebih sepanjang 2 meter.

Tujuannya supaya tidak langsung menghantam badan jalan. Namun menghantam di bolder atau batu pengaman. Penanganan tersebut kira-kira dalam waktu empat hari dan maksimal sepekan.

”Kemudian yang pasti pembangunan jalan tersebut sudah sesuai spesifikasi,” penekanannya.

Itulah tahapan-tahapan yang dilakukan menangani lingkar Sarang. Targetnya tidak hitungan cepat. Namun juga harus matang. Menyesuaikan karakteristik jalan di pinggir pantai tersebut.

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia