Kamis, 30 Jan 2020
radarkudus
icon featured
Jepara

Satpol Temukan 19 Karaoke Ilegal Masih Beroperasi di Pantai Pungkruk

15 Januari 2020, 14: 41: 58 WIB | editor : Ali Mustofa

BINA: Satpol PP Jepara saat melakukan sidak di salah satu tempat karaoke ilegal di kawasan Pungkruk pekan lalu.

BINA: Satpol PP Jepara saat melakukan sidak di salah satu tempat karaoke ilegal di kawasan Pungkruk pekan lalu. (Anwar Sadat For Radar Kudus)

Share this      

JEPARA, Radar Kudus – Meskipun beberapa tahun lalu telah dilakukan pembongkaran karaoke ilegal di kawasan Pantai Pungkruk, namun hingga kini masih banyak karaoke ilegal beroperasi di kawasan itu. Sedikitnya ada 13 karaoke ilegal yang terdata petugas.

Di luar kawasan Pantai Pungkruk, karaoke ilegal juga beroperasi di beberapa wilayah lainnya. Mirisnya, ada pula yang beroperasi di tengah perkampungan.

Kepala Satpol PP dan Damkar Jepara melalui Kabid Penegakan dan Penertiban Satpol PP Anwar Sadat mengatakan ada 19 karaoke ilegal yang masih beroperasi. Dari jumlah itu 13 di antaranya berada di kawasan Pantai Pungkruk.

Sisanya tersebar di Desa Bugel dan Desa Jondang, Kecamatan Kedung; Desa Ngeling Kecamatan Pecangaan; Desa Wonorejo, Kecamatan Jepara; Desa Telukawur, Kecamatan Tahunan; dan Desa Demeling Kecamatan Mlonggo.

Pekan lalu, piahknya bersama Komisi A DPRD Jepara juga melakukan sidak karaoke ilegal di kawasan Pungkruk. Di sana dilakukan penyitaan minuman beralkohol. ”Kami minta orangnya datang ke kantor, karena sebelumnya juga sudah sidang kena Rp 5 juta,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Anwar Sadat menyatakan Satpol PP sudah melakukan berbagai upaya untuk penanganan karaoke ilegal di Kota Ukir. Mulai dari sosialisasi, surat teguran untuk menghentikan kegiatan usaha hingga sidang tipiring di Pengadilan Negeri Kabupaten Jepara. ”Karena usaha karaoke ini melanggar pasal 27 ayat (1) dan ayat (2) Jo Pasal 85 ayat (1) Perda Nomor 9 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata,” ungkapnya.

Khusus sidang tipiring dia menyebutkan telah disidangkan sebanyak sembilan terdakwa dengan denda bervariasi antara Rp 500 ribu hingga Rp 6 juta. Namun dirasa kurang efektif dan tidak ada efek jera. ”Termasuk yang di kawasan Pungkruk itu, ada delapan yang masuk tipiring namun tidak menghentikan usaha karaoke ilegal mereka,” jelasnya.

Pihaknya menilai, perlu kerjasama berbagai pihak agar karaoke ilegal di Kabupaten Jepara benar-benar bisa ditangani. ”Jepara merupakan destinasi wisata yang tidak bisa dipisahkan dengan hiburan, namun keberadaan karaoke ilegal membawa efek buruk,” imbuhnya.

(ks/emy/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia