Kamis, 30 Jan 2020
radarkudus
icon featured
Jepara

Membahayakan, Plafon SDN 2 Damarjati Jepara Jebol Disangga Tiang Bambu

15 Januari 2020, 14: 29: 40 WIB | editor : Ali Mustofa

BOLONG: Ruang tamu di kantor SDN 2 Damarjati, Kalinyamatan, terdapat bambu yang menyangga plafon karena jebol.

BOLONG: Ruang tamu di kantor SDN 2 Damarjati, Kalinyamatan, terdapat bambu yang menyangga plafon karena jebol. (M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA, Radar Kudus - Empat bambu penyangga plafon menyambut setiap tamu yang memasuki kantor SDN 2 Damarjati, Kalinyamatan. Beberapa plafon juga sudah jebol. Dari lubang jebolnya plafon itu terlihat rangka reng dan usuk atap.

Bambu-bambu yang digunakan untuk menyangga plafon satu di antaranya tepat berada di kursi tamu. Sedangkan tiga lainnya jaraknya berdekatan. Sekitar 30 sentimeter. Tiga bambu lain ada di balik kursi tamu. Terhalang sekat dan lemari.

Selain atap yang sudah disangga dengan bambu, kondisi tembok ruangan itu rapuh. Lapisan tembok sudah mengelupas. Hingga terlihat batu bata dari tembok yang terkelupas itu. Di sebelah ruangan kantor ada ruang kelas 4. Plafonnya juga berlubang. Bekas genteng jatuh. Tapi plafonnya tidak disangga bambu. Bekas genteng jatuh, diganti seng. Bebannya lebih ringan.

RAWAN: Atap genteng diganti seng pihak sekolah. Karena reng atap lapuk sehingga genteng sering jatuh.

RAWAN: Atap genteng diganti seng pihak sekolah. Karena reng atap lapuk sehingga genteng sering jatuh. (M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Kepala SDN 2 Damarjati Suratno mengatakan reng dan usuk bangunan itu sudah lapuk. Dimakan rangas. Lokasi yang dekat sawah, katanya menjadi salah satu penyebab mudahnya bangunan dimakan rangas. Bagian yang paling terdampak adalah reng dan usuk. Menyebabkan genteng berjatuhan. Kayu tidak bisa menahan berat genteng. “Setahun terakhir mulai sering jebol plafonnya. Kalau tembok rapuh sudah beberapa tahun,” katanya.

Satu deret bangunan yang mengalami kerusakan terdapat empat lokal. Satu kantor dan tiga ruang kelas. Tiap ruangan itu memiliki plafon yang retak dan jebol. Hanya kantor yang sampai disangga bambu.

Suratno menjelasakan empat ruangan itu dibangun pada 1975. Pernah mendapatkan rehab atap sekitar 2000. “Kami sudah mengajukan bantuan dana alokasi khusus untuk perbaikan bangunan. Semoga terealisasi,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Jepara Agus Tri Harjono melalui Kasubbag Renval Widyantoro mengatakan SDN 2 Damarjati sudah masuk daftar penerima DAK tahun ini. “Dua ruangan yang akan diperbaiki,” katanya.

Anggota Komisi C DPRD Jepara Haizul Ma’arif menuturkan pihaknya merasa prihatin masih ada sekolah yang kondisinya kurang layak. Ia bersama anggota Komisi C lainnya telah mengunjungi SDN 2 Damarjati. “Kami sampaikan kepada pihak sekolah untuk mengutamakan keselamatan. Proses belajar mengajar harus terus berlangsung. Dinas terkait juga sudah kami ajak komunikasi. Supaya segera ditangani,” ujarnya.

(ks/war/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia