Kamis, 30 Jan 2020
radarkudus
icon featured
Jepara

Tiga Kali Jebol, Tanggul SWD II di Jepara Kini Retak

14 Januari 2020, 16: 12: 44 WIB | editor : Ali Mustofa

TEMUKAN RETAKAN: Plt Bupati Jepara dan jajaran mengecek kondisi tanggul Sungai Serang Welahan Drainase (SWD) II. Hasilnya, ditemukan retakan di beberapa titik. Temuan itu dilaporkan ke BBWS yang berwenang.

TEMUKAN RETAKAN: Plt Bupati Jepara dan jajaran mengecek kondisi tanggul Sungai Serang Welahan Drainase (SWD) II. Hasilnya, ditemukan retakan di beberapa titik. Temuan itu dilaporkan ke BBWS yang berwenang. (ANDI FOR RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA, Radar Kudus – Dinding tanggul Sungai Serang Welahan Drainase (SWD) II retak. Kondisi itu diketahui saat Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi meninjaunya.

Temuan itu diteruskan ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) agar ditindaklanjuti, untuk mengantisipasi jebolnya tanggul. Tanggul di sungai tersebut pernah tiga kali jebol. Yakni pada 2004, 2011, dan 2014.

Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi mengatakan, dengan melihat kondisi langsung tanggul itu, maka antisipasi menghadapi kemungkinan buruk bisa dilakukan sejak dini. Sebab beberapa tahun lalu tanggul tersebut sempat jebol dan mengakibatkan banjir.

Selain keretakan di beberapa titik, tinggi tanggul yang kurang dari dua meter juga jadi sorotan Andi. Karena lebih rendah dari badan jalan, bisa berpotensi menimbulkan limpasan air jika debitnya tinggi.

Andi melanjutkan, pihaknya mengecek kondisi terlebih dahulu. Jika memang butuh penanganan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) yang memiliki wewenang. ”Karena ini kewenangan mereka,” jelasnya.

Meski begitu, Andi menjelaskan, Pemkab Jepara siap memberikan support jika diperlukan sesuai dengan kewenangan dan kemampuan yang dimiliki. Khususnya upaya meninggikan tanggul agar sama dengan badan jalan yang lain. “Ini kan tanggulnya lebih rendah, nanti akan kita bantu untuk ditinggikan,” jelasnya.

Koordinator lapangan (korlap) Bendungan Bakalan Kusriyanto yang diperbantukan di lokasi itu menyebut, pihaknya akan menindaklanjuti permasalahan ini dengan melaporkannya ke BBWS. ”Kami laporkan ke balai, semoga tidak ada lagi air sungai limpas ke lahan persawahan,” jelasnya.

Sementara itu Petinggi Welahan Ahmad Jerjes mengatakan, tanggul tersebut pernah jebol pada tahun 2004, 2011 dan terakhir tahun 2014 lalu. Dia berharap agar tanggul yang berada tepat di atas pintu air bisa ditinggikan sama dengan badan jalan.

”Ini harus ditinggikan. Jika air sudah banyak dikhawatirkan akan melimpas dan menggenangi sawah petani,” imbuhnya.

(ks/emy/lid/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia