Kamis, 30 Jan 2020
radarkudus
icon featured
Rembang

Jelang Imlek, Tempat Abu hingga Patung Dewa Digosok Kinclong

14 Januari 2020, 15: 31: 47 WIB | editor : Ali Mustofa

GOSOK TEMPAT ABU: Jemaah Kelenteng Cu An Kyong, Lasem membersihkan area kelenteng dalam rangka menjelang imlek.

GOSOK TEMPAT ABU: Jemaah Kelenteng Cu An Kyong, Lasem membersihkan area kelenteng dalam rangka menjelang imlek. (VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG, Radar Kudus Aktivitas di Kelenteng Cu An Kiong Lasem tampak sibuk kemarin. Seperti tahun-tahun sebelumnya. Setiap dua pekan sebelum menjelang Imlek. Para jamaah membersihkan area kelenteng. Semua. Mulai meja, tempat abu hingga patung dewa-dewa digosok hingga kinclong. Sementara itu, pada malam imlek, 24 Januari mendatang, akan digelar perayaan.

Kelenteng ini ada di desa Soditan, Kecamatan Lasem. Usianya sudah ratusan tahun. Beberapa ornamen katanya juga masih asli. Seperti patung naga yang ada di atap. Juga ukiran, dan beberapa benda lainnya.

Memasuki area Kelenteng ada gapura. Warnanya pink. Dilengkapi dengan tulisan-tulisan tiongkok. Dan beberapa gambar. Seperti relief. Di samping kelenteng, baru tampak aktivitas bersih-bersih  benda. Bentuknya seperti piala. Tetapi ukurannya leboh pendek. Sekitar 20 sentimeter. Membersihkannya cukup di-lap. Tampak kinclong. Jumlahnya ada puluhan.

Sementara di dalam kelenteng, juga bersih-bersih. Di dalam ada altar. Di meja yang di depan altar itu, diberi buah-buahan. Sementara di samping altar terdapat bilik. Pencahayaannya agak redup. Ada orang sedang membersihkan patung dewa. Di bilik itu, tidak diperbolehkan mengambil gambar.

Masih di area altar, juga terdapat benda seperti mangkuk besar. Diameternya sekitar 50 sentimeter. Warnanya juga kuning emas. Isinya abu. Juga dibersihkan. Sampai mengkilap. Benda itu dikepung tiga orang. Salah satunya Bambang, wakil ketua pengurus klenteng. Kata Bambang, agenda kemarin adalah bersih-bersih peralatan sembahyang. 

”Setelah pencucian, nantinya akan dikembalikan seperti semula. Sebagai pemujaan kembali,” ujarnya. Agenda bersih-bersih itu, lanjut Bambang, tidak harus bertepatan semua. Masing-masing tempat memiliki hari tersendiri. Jadi, memiliki ketentuan yang tidak sama.

Untuk agenda saat Imlek kedepan, lanjut Bambang, akan dilaksanakan secara sederhana.  ”Kemungkinan seperti itu (ada barongsai,Red). Tapi hanya sebatas lokal. Malam Imleknya.  Tanggal 24 malam,” imbuhnya.  Di tahun tikus logam kedepan, pihaknya berharap agar Indonesia lebih baik. Dan antaragama bisa rukun. (vah)

(ks/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia