Kamis, 30 Jan 2020
radarkudus
icon featured
Rembang

Pajak Daerah Rembang Naik Rp 100 Miliar, Tambang Penyumbang Terbesar

14 Januari 2020, 15: 21: 33 WIB | editor : Ali Mustofa

POTENSI BESAR: Aktivitas tambang di Kabupaten Rembang menjadi salah satu prioritas dioptimalkan pendapatan pajak daerah.

POTENSI BESAR: Aktivitas tambang di Kabupaten Rembang menjadi salah satu prioritas dioptimalkan pendapatan pajak daerah. (DOK. RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG, Radar Kudus – Target pendapatan pajak daerah di Kabupaten Rembang tahun 2020 mengalami kenaikan Rp 100 miliar lebih  Rp 525 miliar. Kenaikan ini, tak muluk-muluk sebab telah melalui analisis terukur dan bertanggungjawab. Tercatat pendapatan di tahun 2018 diangka Rp  96 miliar dan tahun 2019 sebesar Rp 98 miliar.

Di Kabupaten Rembang jenis penerimaannya ada 11 item. Antara lain pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, penerangan jalan. Pajak air tanah, sarang burung walet, minerba, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).

Kepala Bidang Pendapatan, pada Badan Pendapatan, Pengelolaan, keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD), Romli menyampaikan saat ini pijaknya mengaku telah merancang target baru. Dengan tercapainya akumulasi pajak tahun lalu.

”Pendapatan pajak daerah tahun 2019 lampaui target. Presentasi capaian akumulasi diangka 100,17 persen,” katanya tanpa menyebutkan angka.

Romli mengaku harus bekerja keras untuk menutup target 100,17 persen. Namun atas kinerja bidang pendapatan akhirnya tercapai. Karena tidak dipungkiri target BPHTB tahun lalu  meleset. Ada faktor dari swasta yang awal mencatatkan rencana menyelesaikan BPHTB senilai Rp 5 miliar. Ternyata gagal terealisasi karena faktor internal.

”Sehingga harus mencari tutupan. Kiatnya menekan sektor pajak lain. Supaya minimal akumulasi terpenuhi. Akhirnya dari item lainnya over,” ujarnya.

Selanjutnya kaitannya target tahun ini. Dasar yang biasa digunakan capaian. Dirinya berani pasang senilai Rp 100.522.000.000 miliar. Meskipun untuk asumsi diperubahan dapat meningkatkan lebih dari angka tersebut. Jadi akan dicapai forum perubahan APBD.

Memang dedikasi pendapatan yang diperoleh tahun lalu cukup besar. Angkanya 101,680 miliar tidak sepenuhnya sektor pajak. Namun untuk sektor pajak Rp 100,680 miliar. tambahanya ada dari sewa atau retribusi penggunaan asset daerah ditambah denda pajak.

”Gol C menjadi penyumbang terbesar. Pendapatannya over dari target. Dari target yang dipasang Rp 40 miliar, bidang pendapatan dapat persembahkan sekitar Rp 40,600 miliar,” katanya.

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia