Kamis, 30 Jan 2020
radarkudus
icon featured
Grobogan

Banjir Surut, Rumah Roboh di Grobogan Terima Rp 25 Juta

14 Januari 2020, 15: 10: 11 WIB | editor : Ali Mustofa

MASIH DIBUKA: Dapur umum di Pendopo Kecamatan Grobogan akan dibuka hingga hari ini.

MASIH DIBUKA: Dapur umum di Pendopo Kecamatan Grobogan akan dibuka hingga hari ini. (SAIFUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

GROBOGAN, Radar Kudus –  Banjir di seluruh wilayah Grobogan dipastikan telah surut. Hingga hari ini tak ada laporan air masuk rumah. Meski demikian, dapur umum di Pendopo Kecamatan Gubug tetap akan dibuka hingga hari ini (14/1).

Kepala Pelaksana BPBD Grobogan Endang Sulistyoningsih mengungkapkan, fokus penanganan yang dilakukan akni pembersihan sisa-sisa banjir. Berupa lumpur di lokasi warga terdampak dan tempat umum.

”Masyarakat kan masih butuh kerja bakti dan pembersihan di fasilitas umum. Tetap kami siapkan dapur umum bagi personel yang melakukan kerja bakti maupun yang stand by di posko,” kata Endang.

Selain itu, dapur umum juga tetap dibutuhkan bagi masyarakat yang wilayahnya tergenang cukup tinggi. Sehingga, mereka tetap dilayani terkait logistik makanannya.

”Yang terparah, membutuhkan menu tiap hari dalam situasi seperti ini,” tambahnya.

Meski begitu, Endang mengatakan, berdasarkan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) fenomena yang terjadi pada pergantian iklim diprediksi masih akan berlangsung hingga tanggal 15 atau Rabu mendatang. Pihaknya berharap agar banjir kali ini sudah menjadi puncak dan terakhir kalinya.

”BMKG menyatakan sampai tanggal 15. Tapi mudah-mudahan di Grobogan aman. Tidak banjir lagi. Karena curah hujan sampai Maret intensitasnya sedang sampai tinggi, mudah-mudahan sudah tidak terjadi di Grobogan,” katanya.

Sementara itu, mengenai korban terdampak banjir yang rumahnya roboh akan mendapatkan bantuan sosial keuangan baik dari pemerintah daerah dan provinsi. Dari pemda, Endang menyatakan untuk rumah roboh akan mendapatkan sebesar Rp 10 juta sedangkan dari provinsi mendapatkan Rp 15 Juta. Selain itu, pihak BPBD juga mengupayakan agar korban terdampak mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat.

”Kalau rumah-rumah, tetap kami usahakan, mendapatkan bantuan sosial. Baik dari pemerintah daerah, provinsi, dan mudah-mudahan dari pusat juga. Ini masih proses kelengkapan administrasi,” terangnya.

Sebagaimana diketahui, banjir yang terjadi di Grobogan pada Rabu (8/1) hingga Kamis (9/1) merendam sejumlah desa di delapan kecamatan. Kerugian materiil dalam banjir awal tahun ini ditaksir lebih dari Rp 14 miliar. Dalam banjir kali ini, ada 3 rumah roboh dan puluhan rusak. 

(ks/ful/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia