Kamis, 30 Jan 2020
radarkudus
icon featured
Grobogan

15 Sekolah Rusak Berat, Dewan Ingatkan Kadindik Tak Mencla-Mencle

14 Januari 2020, 14: 59: 33 WIB | editor : Ali Mustofa

MEMPRIHATINKAN: SDN 3 Pulokulon menjadi salah satu sekolah dengan kondisi paling buruk. Suasana ruang kelas pada November lalu. 

MEMPRIHATINKAN: SDN 3 Pulokulon menjadi salah satu sekolah dengan kondisi paling buruk. Suasana ruang kelas pada November lalu.  (SAIFUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

GROBOGAN, Radar Kudus - Wakil Ketua DPRD Grobogan M. Nurwibowo meminta Dinas Pendidikan Grobogan benar-benar merealisasikan janji untuk memperbaiki sekolah. Perbaikan itu juga harus benar-benar tak layak. Tidak asal-asalan. Sebab, sejumlah sekolah yang berkategori berat benar-benar tidak nyaman untuk kegiatan belajar mengajar (KBM). Terhitung ada 15 sekolah yang mengalami rusak berat.

Di musim hujan dengan intensitas tinggi seperti bulan-bulan ini tentu akan menjadikan sekolah-sekolah dengan kondisi rusak itu semakin tak nyaman. Selain genteng yang berlubang, dinding juga kondisinya memprihatinkan.

”Janjinya setiap rapat selalu bilang yang diprioritaskan dibangun yang paling rusak. Kalau nanti ada kasus yang diperbaiki malah yang bukan paling prioritas, Kepala Dinas –Pendidikan ya bisa saya pisuhi. Madon-madoni yo lah (mengumpat kepada kepala dindik juga tidak apa-apa),” tuturnya kemarin.

Pada November lalu, sebuah postingan viral di media sosial yang memperlihatkan SDN 3 Pulokulon dalam kondisi yang memprihatinkan. Selain atap-atapnya yang sudah banyak yang rusak, dindingnya juga rawan jebol karena sudah miring.

Ketika itu, dalam catatan Kordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan Pulokulon,  ada 15 sekolah yang masuk dalam gedung dengan kondisi rusak berat. Jumlahnya ruang yang rusak pun bervariasi, antara 1 hingga 6 ruang.

Kerusakan 6 ruang di satu sekolah yakni di SDN 1 Jambon. Lalu, ada tiga sekolah dengan kerusakan 4 ruang. Yakni SDN 1 Jetaksari, SDN 2 Mangunrejo, dan SDN 1 Randurejo. Justru, SDN Pulokulon tidak masuk dalam prioritas tahun ini.

Namun, berdasarkan keterangan Kepala Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan Pulokulon Mudjiono kemarin, SDN 3 Pulokulon tahun ini sudah dimasukkan.

”Infonya tahun 2020 ini dapat,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Grobogan Amin Hidayat hingga kemarin sore tidak bisa dikonfirmasi terkait prioritas pembangunan sekolah rusak di Grobogan. Beberapa kali dihubungi, tidak ada jawaban.

(ks/ful/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia