Kamis, 30 Jan 2020
radarkudus
icon featured
Jepara

Runway Bandara Dewadaru di Karimunjawa akan Ditambah Jadi 1.700 Meter

14 Januari 2020, 12: 03: 52 WIB | editor : Ali Mustofa

PENGEMBANGAN: Landasan pacu Bandar Udara Dewadaru bakal ditambah menjadi 1.700 meter. Dengan tambahan landasan, bisa menambah kapasitas pesawat dan penumpang.

PENGEMBANGAN: Landasan pacu Bandar Udara Dewadaru bakal ditambah menjadi 1.700 meter. Dengan tambahan landasan, bisa menambah kapasitas pesawat dan penumpang. (DOK. RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA, Radar KudusPengembangan Bandar Udara Dewadaru, Karimunjawa, baru dimulai pada 2021. Ditargetkan rampung 2022. Saat ini masih dalam tahap penyiapan lahan yang ditanggung Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Jepara. Runway Bandara Dewadaru akan Diperpanjang 1.700 Meter.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjai bandara Dewadaru Karimunjawa Sabtu (11/1) lalu. Melalui pernyataan resminya, panjang runway akan dibuat menjadi 1.700 meter. Sekarang ini panjangnya 1.200 meter. Penambahan landasan ini supaya pesawat baling-baling sejenis ATR-72 bisa mendarat dengan kapasitas penuh.

Kemudian terminal penumpang sekarang ini tidak sampai 1.000 meter persegi akan dibangun 2.000 meter persegi hingga 2.800 meter persegi. Tak hanya itu, pihaknya membuka kesempatan untuk penambahan rute baru menuju Pulau Karimunjawa. Misalnya bisa dari Bandara Kulonprogo ke Karimunjawa. Ini akan jadi kombinasi pariwisata yang baik dengan Borobudur. Untuk angkutan darat, pihaknya akan membuka peluang swasta dengan menerapkan skema "buy the service".

Sementara itu, Asisten I Setda Jepara Abdul Syukur mengatakan pihaknya berkewajiban menyiapkan lahan tambahan untuk pengembangan bandara. Kegiatan pengembangan itu langsung di bawah Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Tahun lalu telah dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman. Kemudian ditindaklanjuti penyediaan lahan oleh provinsi dan kabupaten. Setelah tersedia tambahan lahan yang diperlukan baru pelaksanaan pembangunan oleh kementerian perhubungan.  “Kewajiban provinsi 60 persen dan kabupaten 40 persen berkaitan dengan pemenuhan  lahan yang diperlukan untuk pengembangan itu,” katanya.

Selama ini pesawat yang bisa landing di Dewadaru adalah pesawat jenis ATR 72. Itu pun tidak bisa dengan kapasitas penuh. Karena panjang landasannya belum sepenuhnya siap. Penambahan landasan pacu ini nanti akan berdampak ke situ. Pesawat ATR 72 yang biasa terbang ke Karimunjawa sebenarnya berkapasitas 72 penumpang. Dari Semarang bisa mengangkut penumpang dengan kapasitas penuh. Namun saat meninggalkan Karimunjawa, karena landasan pacu Dewadaru tidak mencukupi, biasanya hanya diisi maksimal 50 penumpang.

Dengan diperpanjangnya landasan pacu Dewadaru diharapkan kapasitas penumpang yang diangkut dari Karimunjawa bisa maksimal. Sehingga tidak perlu lagi ada wisatawan yang harus tertunda kepulangannya, karena keterbatasan kapasitas penumpang. 

(ks/war/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia