Kamis, 30 Jan 2020
radarkudus
icon featured
Kudus

Museum Jenang Kudus Hadirkan Galeri Alquran dan Trilogi Ukhuwah

14 Januari 2020, 11: 05: 02 WIB | editor : Ali Mustofa

BESAR: CEO Mubarokfood H.Muhammad Hilmy beserta istri Hj. Nujumullaily, kedua anaknya Syatta Imtiyaaz Thuvaila dan M. Ahnaf Farros memperhatikan Alquran jumbo yang berada di Galeri Alquran kemarin. Selain Alquran itu juga ada tujuh koleksi lainnya.

BESAR: CEO Mubarokfood H.Muhammad Hilmy beserta istri Hj. Nujumullaily, kedua anaknya Syatta Imtiyaaz Thuvaila dan M. Ahnaf Farros memperhatikan Alquran jumbo yang berada di Galeri Alquran kemarin. Selain Alquran itu juga ada tujuh koleksi lainnya. (VEGA MA’ARIJIL ULA/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS, Radar Kudus – Museum Jenang Kudus memiliki dua fasilitas anyar. Yakni ruang Galeri Alquran dan ruang Trilogi Ukhuwah. Ruang galeri Alquran itu masih menyatu dengan ruang Gusjigang. Sedangkan ruang Trilogi Ukhuwah terpisah dengan ruang Gusjigang. Kedua ruang itu dibangun sebagai sarana syiar Islam dan berbagi keilmuan.

Galeri Alquran berisi satu Alquran berukuran besar. Tujuh Alquran lainnya letaknya mengelilingi Alquran besar itu. Ketujuh Alquran itu Alquran kuno daun lontar, Alquran bahan kulit sapi, Alquran mini stambul Turki, Alquran sampul pintu Ka'bah, Alquran bahan kertas kuno, Alquran kuno dari surau, dan Alquran kuno dari pesantren.

Menurut CEO Mubarokfood H.Muhammad Hilmy ketujuh Alquran itu didapat dari hunting ke beberapa daerah seperti Banyuwangi dan Salatiga. ”Kami cari selama dua tahun ke beberapa kota. Dan dapat tujuh item Alquran. Kalau yang jumbo itu dari Kudus,” terang Hilmy.

SERU: CEO Mubarokfood H.Muhammad Hilmy beserta istri Hj. Nujumullaily dan kedua anaknya foto bersama di ruang Ukhuwah Trilogi kemarin.

SERU: CEO Mubarokfood H.Muhammad Hilmy beserta istri Hj. Nujumullaily dan kedua anaknya foto bersama di ruang Ukhuwah Trilogi kemarin. (VEGA MA’ARIJIL ULA/RADAR KUDUS)

Menariknya, untuk Alquran daun lontar usianya 300 tahun. Sedangkan harganya senilai Rp 40 juta. Penulisannya juga unik karena dibuat dengan cara melubangi menggunakan jarum. Kepada Jawa Pos Radar Kudus Hilmy mengaku tidak mudah mendapatkan koleksi Alquran itu. Sebab, dia harus hunting selama dua tahun dan mencari ke beberapa kurator Alquran. ”Saat hunting itu sebenarnya saya belum tahu space untuk penataan. Tetapi setelah sampai di Kudus kok ndelalah pas,” ujar Hilmy.

Hilmy sengaja memilih fasilitas baru bertajuk Galeri Alquran lantaran kaitannya dengan Kudus yang notabene merupakan Kota Santri dan Kota Wali. Juga berkaitan budaya Islam. Selain ruang Galeri Alquran, ruang anyar lainnya Trilogi Ukhuwah.

Hilmy mengaku terinspirasi membuat ruang Trilogi Ukhuwah karena menggambarkan situasi saat ini. Yaitu disibukkan dengan perbedaan pendapat. ”Bangsa kita saat ini sedang  disibukkan dengan perbedaan pendapat, disintegrasi, dan ukhuwah yang semakin melemah,” jelasnya.

Lewat ruang anyarnya itu, dia ingin menawarkan konsep bangsa dan umat muslim meraih hal positif lewat kekuatan, kebersamaan, dan gotong royong yang dilandasi dengan ukhuwah Islamiyah. Walaupun berbeda ras dan agama tetap menyatu.

Hilmy bakal membuat fasilitas baru lagi. Itu merupakan ruang audio visual di bagian selatan miniatur Menara Kudus. Ruang seluas 230 meter persegi itu nantinya digunakan pengunjung menyaksikan presentasi seputar Museum Jenang sebelum melakukan tour. ”Jadi nanti rombongan yang datang bisa melihat dulu isi Museum Jenang, baru nanti mengadakan tour museum,” ujarnya. Hilmy berharap kedua fasilitas barunya itu dapat menularkan semangat keilmuan dan kearifan lokal bagi generasi kedepannya. (vga)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia