Kamis, 30 Jan 2020
radarkudus
icon featured
Kudus

Gelar Manaqib dengan 100 Ingkung, Pendukung Doakan Tamzil Cepat Bebas

14 Januari 2020, 09: 19: 30 WIB | editor : Ali Mustofa

DOA BERSAMA: Seratus ingkung disajikan dalam acara manaqib masal yang diikuti ratusan santri bersama simpatisan Tamzil Minggu (12/1) malam di Ponpes Al-Jayyit Desa Gulang, Mejobo.

DOA BERSAMA: Seratus ingkung disajikan dalam acara manaqib masal yang diikuti ratusan santri bersama simpatisan Tamzil Minggu (12/1) malam di Ponpes Al-Jayyit Desa Gulang, Mejobo. (PANITIA MANAQIB MASAL FOR RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS, Radar Kudus – Para pendukung terdakwa kasus suap jual beli jabatan di lingkup Pemkab Kudus Muhamamd Tamzil tak henti mengalirkan dukungan. Simpatisan yang sebagian besar santri ini membuat dukungan spiritual. Mulai dari menggelar doa bersama, khotmil qur’an, hingga manaqib masal dengan seratus ingkung.

Acara yang digelar di Pondok Pesantren Al-Jayyit Desa Gulang, Mejobo diikuti ratusan santri. Selain santri, puluhan simpatisan dari komunitas Bela Tamzil juga hadir. Mereka hadir untuk mendoakan agar Bupati Kudus nonaktif tersebut bisa kembali memimpin Kudus. Sebab, mereka meyakini Tamzil tidak bersalah dan terlibat dalam kasus suap jabatan.

”Dalam gerakan spiritual manaqib dipilih sebagai media untuk menghadirkan pertolongan Allah SWT. Manaqib akbar 100 ingkung esensinya membebaskan Pak Tamzil, substansinya menyelamatkan Kudus,” kata Koordinator acara manaqib masal Subiyanto.

Dikatakannya pasangan Tamzil-Hartopo menang atas dukungan warga Kudus dalam Pilkada. Salah satu simpatisan Johny Dwi Harjhono menambahkan, meskipun sudah diciduk KPK, sampai saat ini masih banyak pihak yang menanyakan kabar suami Rina Budhy Ariani. ”Dari berbagai golongan, mereka yang yakin Pak Tamzil tidak salah turut mendoakan,” ujar Johny.

Mulai pekan ini, pihaknya akan menggelar kegiatan doa bersama rutin tiap Jumat. Lokasi pelaksanaannya di aula Gedung Juang di komplek perkantoran Mejobo. Pihaknya mengundang siapa saja untuk bergabung. Mendoakan Tamzil agar mendapat kebenaran dan putusan terbaik.

Dari hasil pengamatan proses yuridis mulai sidang pra peradilan pihaknya menilai tidak ada bukti pendukung yang kuat. Baik sms, wa, telepon, surat atau rekaman yang menunjukkan Tamzil terlibat. Juga tidak ada bukti uang yang dituduhkan di tangan Tamzil sebagaimana layaknya OTT.

”Maka jelas Tamzil bukan pelaku utama. Dalam sidang tipikor di Semarang, dua saksi menjawab dan menjelaskan tidak sinkron dengan BAP. Ini menunjukkan ada kebohongan yang ditutupinya,” tutupnya.

(ks/mal/daf/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia