Kamis, 30 Jan 2020
radarkudus
icon featured
Jepara

Minim Kesadaran, Pintu Air Sungai Rombong Sempat Tersumbat Sampah

14 Januari 2020, 08: 21: 05 WIB | editor : Ali Mustofa

GANGGU IRIGASI: Sampah menumpuk di pintu irigasi saluran sungai Rombong, Desa Mayong Kidul, Kecamatan Mayong, baru-baru ini.

GANGGU IRIGASI: Sampah menumpuk di pintu irigasi saluran sungai Rombong, Desa Mayong Kidul, Kecamatan Mayong, baru-baru ini. (Afid For Radar Kudus)

Share this      

JEPARA, Radar Kudus – Pintu irigasi saluran sungai Rombong di Desa Mayong Kidul, Mayong, menyita perhatian. Kondisinya mencolok. Lantaran banyaknya tumpukan sampah yang terbawa air irigasi menyebabkan tersumbatnya air di pintu irigasi itu beberapa waktu lalu.

Saat ini, sampah-sampah yang sempat menumpuk telah dibersihkan. Di sisi lain, warga di lingkungan sekitar juga diingatkan, agar lebih peduli sampah agar air tak meluap dan menyebabkan banjir.

Sebagaimana disampaikan Babinsa Koramil 05 Mayong Pelda Sukirman beberapa waktu lalu, saat melakukan pengecekan bersama Kasi Kesejahteraan Desa Mayong Kidul Aris Setiawan di pintu irigasi terlihat sampah yang menumpuk.

Kondisi ini, akibat minimnya kesadararan masyarakat akan sampah. ”Sampah tersebut mayoritas dari sampah rumah tangga. Mereka seenaknya membuang sampah ke saluran air. Padahal ini sangat berbahaya. Kondisi pintu air sangat miris. Banyak sampah berserakan di mana-mana dan menyumbat,” katanya.

Melihat kondisi tersebut, kemudian dilakukan upaya pembersihan bersama beberapa pihak. Selain itu, untuk mengantisipasi kejadian serupa terjadi lagi, pihak desa menempatkan petugas untuk standby membersihkan sampah jika ada tumpukan lagi.

Sukirman menyatakan, peran pemerintah desa memang sangat dibutuhkan. Juga dalam memberikan sosialisasi dan pemahaman kepada warga. ”Karena melihat sampahnya, ini merupakan sampah dari warga sendiri yang dibuang di saluran ini. Berarti masih ada warga yang tidak peduli dengan permasalahan sampah,” tuturnya.

Jika dibiarkan, saluran air irigasi tersumbat dan bisa meluap. Tak hanya membanjiri area persawahan, namun juga bisa meluber ke area permukiman warga.

(ks/lin/emy/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia