Kamis, 30 Jan 2020
radarkudus
icon featured
Pati

Ormas di Pati Sepakat Dukung Pemberantasan Pekat

14 Januari 2020, 06: 41: 06 WIB | editor : Ali Mustofa

BERANTAS PEKAT: Ormas di Pati saat mengikuti audiensi di Polres Pati belum lama ini.

BERANTAS PEKAT: Ormas di Pati saat mengikuti audiensi di Polres Pati belum lama ini. (SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI, Radar Kudus – Dalam 1,5 bulan terakhir kasus penyakit masyarakat (pekat) di Pati mulai gencar diberantas Mapolres Pati. Mulai kasus dari perjudian, miras, hingga prostitusi. Langkah tersebut diapresiasi oleh ulama dan organisasi masyarakat (ormas) di Pati. Mereka akan terus mengawal komitmen bersama untuk menjadikan Pati menjadi lebih kondusif.

Ketua PC NU Pati Kiai Yusuf Hasyim menyampikan apresiasinya atas langkah Kapolres Pati AKBP Bambang Yudhantara Salamun yang mulai melakukan penertiban terhadap pekat di Kabupaten Pati. Sebab, pekat itu berkesinambungan. Dimana ada judi disitu ada miras, disana ada prostitusi disana ada miras. Sehingga pekat itu memang harus ditertibkan supaya membuat Pati lebih kondusif dan bersih dari hal-hal negatif.

“Saya atas nama PC NU ini mengapresiasi kinerja pak Kapolres Pati Bambang yang baru ini telah berkomitmen terhadap masukan dari ulama dan masyarakat melakukan penyisiran dan menertibkan pekat di Pati. Penyisiran itu butuh support dari masyarakat. Sebab, polisi tidak bisa bekerja sendiri dan ormas juga salah jika bergerak sendiri. Harus ada sinergitas,” tuturnya.

Untuk penegakan Perda Nomor 8 Tahun 2013, dirinya meminta Satpol PP Pati yang menjadi pionirnya harus lebih agresif lagi. Sebab dari Polres Pati sudah bekerja dan masyarakat sudah mendukung. Terlebih, dari data yang ada 75 persen pemandu karaoke di Pati merupakan berasal dari luar Pati.

“Kita dari PC NU ini sejak 2012 mengawal dan mendorong pemkab menerbitkan perda yang mengatur hiburan yang dipandang negatif. Akhirnya terbit Perda 8/2013 itu. Sampai saat ini kami terus mendukung penegakan perda itu. Sejak ada audiensi akhir Desember 2019 lalu, sudah mulai direspon, namun masih banyak sekali menemukan karaoke illegal di Pati. Itu yang harus diberantas baik karaoke illegal yang kecil sampai besar,” jelasnya.

Sementara itu Ketua PD Muhammadiyah Pati Muhammad Asnawi menambahkan, pemberantasan pekat di Pati sudah menjadi komitmen ormas di Pati mulai Muhammadiyah, NU, FKUB, hingga MUI. Bahkan sebelumnya sudah ada audiensi bersama. Pihaknya juga tidak tinggal diam dengan melakukan koordinasi internal dan eksternal.

“Untuk menindaklanjuti hal itu, kami sudah melakukan komunikasi intens.Sejauh ini, Pak Kapolres Pati juga telah menyikapi dengan baik. Kami selalu support beliau (kapolres pati) untuk merealisasikan janjinya menyisir tempat maksiat dan pekat di Pati. Ini sudah mulai direalisasikan dan ini sebagai langkah awal baik. Kami berharap selalui konsisten untuk membuat Pati lebih kondusif lagi,” imbuhnya.

(ks/him/put/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia