Kamis, 30 Jan 2020
radarkudus
icon featured
Blora

Cetak Sejarah, 36 Tahun Terbengkalai, Pesawat Sukses Mendarat di Blora

13 Januari 2020, 12: 26: 32 WIB | editor : Ali Mustofa

PENDARATAN PERDANA: Sejumlah warga berfoto dengan pesawat King Air B200GT yang sukses mendarat di Bandara Ngloram, Cepu, Blora, yang membawa rombongan Kemenhub RI Sabtu (11/1) kemarin.

PENDARATAN PERDANA: Sejumlah warga berfoto dengan pesawat King Air B200GT yang sukses mendarat di Bandara Ngloram, Cepu, Blora, yang membawa rombongan Kemenhub RI Sabtu (11/1) kemarin. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

Share this      

BLORA, Radar Kudus – Pesawat King Air B200GT sukses mendarat di Bandar Udara (Bandara) Ngloram, Kecamatan Cepu, Blora, kemarin. Meski sempat terlambat tiga jam dari jadwal semula pukul 13.00, namun pendaratan berhasil dengan sempurna.

Dirjen Perhubungan Udara Polana B. Pramesti menyatakan, pendaratan dapat dilakukan dengan baik pada runway sepanjang 1.200 meter. Dia berharap, Bandara Ngloram segera dapat beroperasi secara komersial. Agar dapat menghubungkan masyarakat setempat dengan daerah-daerah di sekitarnya.

”Alhamdulillah, kalau dari hasil pendaratan secara visual bagus. Tapi, landasan nanti akan dicek secara teknis. Hari ini (Sabtu kemarin, Red) sudah mulai dites. Bandar Udara Ngloram ini mulai dibangun pada 2019. Sekarang panjang landasannya mencapai 1.200 meter. Mudah-mudahan bisa segera dioperasikan untuk pesawat sejenis ATR 72 secara terbatas. Saya berharap, dengan keberadaan bandar udara ini, bisa membantu masyarakat untuk dapat terhubung lebih cepat dengan tempat-tempat lain," jelasnya.

SAMBUT: Wakil Bupati Blora Arief Rohman (kanan) menyambut Dirjen Perhubungan Udara Polana B. Pramesti saat keluar dari pesawat.

SAMBUT: Wakil Bupati Blora Arief Rohman (kanan) menyambut Dirjen Perhubungan Udara Polana B. Pramesti saat keluar dari pesawat. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

Saat ini, Bandara Ngloram memang memiliki runway sepanjang 1.200 m x 30 m. Namun, belum memiliki terminal penumpang. Ke depan, akan dilakukan empat tahap pengembangan lagi.

Tahap pertama, runway akan diperluas menjadi 1.400 m x 30 m, apron 84 m x 60 m, serta pembangunan terminal penumpang seluas 240 m² dengan kapasitas kurang dari 50 ribu penumpang per tahun. Tahap ini ditargetkan selesai pada akhir 2020. Agar dapat segera dioperasikan menjadi bandara komersial.

Pada tahap kedua, dilakukan pengembangan runway menjadi 1.600 x 30 m dan apron menjadi 127 m x 90 m. Selain itu, terminal penumpang menjadi 2.013 m² dengan kapasitas 138.562 penumpang per tahun.

Tahap ketiga, runway diperluas lagi menjadi 1.850 m x 45 m dan apron menjadi 168 m x 90 m. Sedangkan terminal penumpang menjadi 3.726 m² dengan kapasitas 237.390 penumpang per tahun.

Tahap terakhir, direncanakan runway akan memiliki panjang 2.000 m x 45 m dan apron seluas 168 m x 90 m. Tujuannya, agar dapat menampung empat pesawat ATR 72-600 dan dua pesawat Boeing 737-600. Serta terminal penumpang diperluas lagi menjadi 5.216 m² dengan kapasitas 420.551 penumpang per tahun.

”Alhamdulilah kami sudah bisa mendarat di Bandara Ngloram ini. Hasil pendaratan bagus dan sukses. Kekurangannya masih perlu dilengkapi, misalnya terminal, lampu, peralatan navigasi, kendaraan PPK, dan lain-lain,” terangnya.

Wakil Bupati Blora Arief Rohman yang menyambut rombongan mengaku bersyukur. Sebab, pendaratan berlangsung sukses dan lancar. Selan itu, masyarakat juga bisa menyaksikan langsung pendaratan pertama tersebut. Rencananya, Menteri Perubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno akan datang ke sini untuk melakukan pendaratan. Tapi, waktuya belum ditentukan. ”Ini tadi Pak Ganjar (gubernur Jateng) juga protes, kok tidak diajak,” kelakarnya.

Arief Rohman berharap, dengan aktifnya kembali Bandara Ngloram ini, diharapkan bermanfaat dan bisa membawa kemajuan Blora di sektor ekonomi, pariwisata, jasa, dan lainnya. ”Yang jelas kita bersyukur sekali. Sekarang Blora sudah punya bandara sendiri. Ayo dolan Blora,” ucapnya.

Sarmi, salah satu warga sekitar bandara mengaku senang Bandara Ngloram sudah bisa didarati pesawat lagi. Dia kemarin antusias menunggu pendaratan pertama. Bahkan, rela dari pagi sudah berada di sekitar bandara. ”Sedikit kecewa, karena (pesawat yang mendarat pertama) terlambat. Tapi (kecewanya) sudah terbayar, karena bisa foto dengan pesawat,” terangnya.

(ks/sub/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia