Kamis, 30 Jan 2020
radarkudus
icon featured
Pendidikan
IAIN Kudus Berbakti untuk Negeri

Selenggarakan KKN Nusantara di Daerah Terdepan dan Terluar

13 Januari 2020, 10: 12: 15 WIB | editor : Ali Mustofa

BAKTI UNTUK NEGERI: Rektor IAIN Kudus Dr. Mundakir, M.Ag bersama jajaran pejabat kampus setempat melepas mahasiswa KKN di daerah terdepan dan terluar Indonesia Senin (6/1).

BAKTI UNTUK NEGERI: Rektor IAIN Kudus Dr. Mundakir, M.Ag bersama jajaran pejabat kampus setempat melepas mahasiswa KKN di daerah terdepan dan terluar Indonesia Senin (6/1). (IAIN KUDUS FOR RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS, Radar Kudus - Komitmen IAIN Kudus berbagi kepada negeri diimplementasikan sejak tahun lalu dalam bentuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara. Pada 2020, IAIN Kudus melaksanakan program yang sama yaitu KKN Nusantara dengan mengirim dan menempatkan mahasiswa peserta KKN ke daerah seluruh Indonesia Terdepan, Tertinggal dan Terluar (3T). Tujuannya berbagi menyelesaikan persoalan praksis di daerah 3T, yaitu Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur. Pelaksanaan KKN Nusantara IAIN Kudus merupakan kelanjutan dari program Kementerian Agama Republik Indonesia sekaligus sebagai pelaksanaan program prioritas nasional.

KKN Nusantara Kementerian Agama wujud emphaty, responsivitas, dan kepedulian  Pendidikan Tinggi Islam Negeri atas berbagai persoalan yang ada di masyarakat secara nasional. Khususnya ditujukan pada daerah Terdepan, Tertinggal, dan Terluar (3T). 

Sambutan Rektor IAIN Kudus Dr. Mundakir, M.Ag pada acara pelepasan mahasiswa peserta KKN Nusantara pada Senin (6/1) menyatakan KKN Nusantara IAIN Kudus merupakan implementasi komitmen IAIN Kudus untuk serta membangun dan mengabdi terhadap negeri. Lebih lanjut dinyatakan sebagai Perguruan Tinggi Islam Negeri, IAIN Kudus berada di garda terdepan membangun dan mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ber-emphaty atas persoalan sampai pada wilayah terdepan dan terluar Indonesia. ”Hal itu, merupakan sikap menjaga keutuhan NKRI. KKN Nusantara juga merupakan implementasi peran dan fungsi perguruan tinggi dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” jelasnya.

Senada yang dinyatakan oleh Rektor, Wakil Rektor I IAIN Kudus Dr. H. Supaat, M.Pd menyatakan KKN Nusantara adalah bagian implementasi IAIN Kudus yang mengembangkan Islam Nusantara yang berkarakter wasathyah. Sikap toleran serta emphaty ditunjukkan bagi elemen bangsa dengan tanpa batas, sampai pada ujung nusantara sekalipun. Komitmen untuk bersama-sama dengan masyarakat membangun dan menghadirkan IAIN Kudus untuk menggeser persepsi bahwa perguruan tinggi adalah bukan menara gading konsisten dilakukan.

IAIN Kudus selalu hadir dari masyarakat oleh masyarakat dan untuk masyarakat. Hal itu sesuai dengan visi dan misi IAIN Kudus yaitu mengembangkan Islam Terapan untuk kemaslahatan dan kemajuan bangsa dan negara.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat IAIN H. Dhofir, M.Ag. menyatakan KKN Nusantara penting untuk membantu masyarakat yang tinggal di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal yang selama ini sering terlupakan. Faktanya, di daerah tersebut banyak keterbatasan akibat terbatasnya fasilitas atau infrastruktur, padahal mereka adalah bagian dari bangsa Indonesia. Oleh karena itu, KKN tipe ini menjadi sangat cocok karena melibatkan banyak perguruan tinggi sehingga memiliki aksesabilitas objek dampingan.

”IAIN Kudus akan terus melanjutkan program ini. Apalagi IAIN Kudus mengembangkan KKN Terintegrasi Kompetensi sangat memiliki koherensi dengan tipe program seperti ini,” tandasnya.

KKN Nusantara IAIN Kudus dilaksanakan selama kurun waktu satu bulan. Di mana mahasiswa stay selama kurun waktu satu bulan untuk mengabdi dan berbagi meringankan beban masyarakat. Mahasiswa bersama masyarakat bersama-sama memulihkan korban bencana alam, serta membantu mencarikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di daerah perbatasan. Untuk di daerah Maluku, mahasiswa akan membantu memulih traumatik akibat bencana alam, serta pemulihan persoalan lain sehingga mereka dapat pulih untuk beraktifitas keseharian sebagaimana mestinya.

”Penempatan di daerah Nusa Tenggara Timur dan Papua, mereka bersama-sama masyarakat mengenal, membantu menyelesaikan berbagai problem masyarakat yang berada di daerah terluar dan terdepan dari NKRI,” paparnya.

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia