Kamis, 30 Jan 2020
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Ratusan Botol Miras Ilegal Diamankan Polres Pati dari Distributor 

13 Januari 2020, 09: 55: 01 WIB | editor : Ali Mustofa

DIGEREBEK: Satgas Kebo Landoh Polres Pati menggerebek distributor miras rumahan di tiga lokasi di Kecamatan Tayu kemarin.

DIGEREBEK: Satgas Kebo Landoh Polres Pati menggerebek distributor miras rumahan di tiga lokasi di Kecamatan Tayu kemarin. (DOK POLRES PATI FOR RADAR KUDUS)

Share this      

PATI, Radar Kudus – Peredaran miras di daerah pinggiran Pati semakin marak. Salah satunya pengerebekan miras dari tiga lokasi distributor miras di Kecamatan Tayu. Miras tersebut dipasok dari Tuban, Jawa Timur. Bahkan pelaku sudah pernah menjalani sidang tipiring dua tahun lalu. Namun masih tidak kapok menjual barang haram itu.

Razia tersebut dilaksanakan hingga Sabtu (11/1) sore. Saat itu tim Satgas Kebo Landoh Polres Pati usai melaksanakan kerja bakti pascabanjir di Desa Puncel Kecamatan Dukuhseti. Sebanyak 10 tim dari satgas itu melaksanakan razia sesuai instruksi dari Kapolres Pati AKBP Bambang Yudhantara Salamun untuk membersihkan kasus penyakit masyarakat (pekat) di Pati.

Operasi dilakukan di tiga titik distributor miras di rumah warga yang sebelumnya sudah dijadikan TO. Penggerebekan kali pertama dilakukan di rumah Jasmani, 45, warga Desa Sambiroto, Kecamatan Tayu. Di rumah itu, ditemukan puluhan botol miras diantaranya jenis new port, anggur merah, anggur kolesom, congyang, hingga soju korea.

Sementara itu penggerebekan kedua di rumah Bobby warga asli Desa Panjunan Kudus tinggal di Desa Sambiroto Tayu. Di ruah Bobby ditemukan hanya 4 botol miras. Tak berhenti disana, tim Satgas Kebo Landoh menyatroni rumah Sri Wahyuni, 39, warga Desa Keboromo Kecamatan Tayu. Disana ditemukan ratusan botol miras. Ia menjadi salah satu distributor besar miras.

“Di rumah pelaku ketiga yang sebagai distributor besar miras ini merupakan tangkapan terbesar di Pati selama tiga bulan terakhir. Kami menyita 300 botol miras illegal. Dari jumlah itu 248 botol totalnya 400 liter adalah jenis ciu yang diduga dipasok dari Tuban,” ungkap Kapolres Pati AKBP Bambang Yudhantara Salamun melalui Kasat Sabhara AKP Sugino kemarin.

Sugino mengungkapkan, pelaku sudah beroperasi selama 4 tahun ini. Sementara 2 tahun lalu juga pernah digerebeg dan menjalani hukuman tindak pidana ringan. Pada penggerebegan ini akan diproses lagi secara hukum dan harapannya hukumannya lebih berat karena pernah terbukti sebelumnya. 

(ks/put/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia