Senin, 24 Feb 2020
radarkudus
icon featured
Pati

Sambut Imlek, Suster Ritual Bersih Kelenteng, Banser Gelar Pengamanan

13 Januari 2020, 09: 36: 50 WIB | editor : Ali Mustofa

DIBERSIHKAN: Puluhan patung dewa-dewi dikeluarkan dari tempat sembahyang untuk dibersihkan pengurus kelenteng dan masyarakat lintas agama kemarin.

DIBERSIHKAN: Puluhan patung dewa-dewi dikeluarkan dari tempat sembahyang untuk dibersihkan pengurus kelenteng dan masyarakat lintas agama kemarin. (SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI, Radar Kudus – Ritual bersih-bersih kelenteng dilaksanakan pihak Kelenteng Hok Tik Bio Pati kemarin. Puluhan patung dan peralatan di dalam ruang sembahyang dikeluarkan untuk dibersihkan. Pembersihan tersebut diikuti oleh masyarakat lintas agama mulai suster gereja, banser, hingga TNI/Polri.

Ritual tersebut sudah dimulai sejak pukul 09.00. Pengurus Kelenteng Hok Tik Bio Pati mengeluarkan semua patung dan benda di dalam sembahyang. Benda-benda tersebut ditata di teras dan halaman kelenteng. Puluhan warga lintas agama langsung membersihkannya. Ada yang mengelap patung, mencuci rak, menyapu halaman, dan lainnya.

Ketua Umum Keleteng Hok Tik Bio Pati Eddy Siswanto menyampaikan, ritual pembersihan patung dewa-dewi di kelenteng rutin dilaksanakan menjelang Imlek. Ada 34 patung dewa-dewi yang dibersihkan di dalam kelenteng. Patung-patung itu mulai dari Dewi Kwan Im yang dipercaya sebagai penyebar kasih sayang, Dewa Mak Cho, Dewi Laut, Dewa Bumi, Dewa Rezeki, dan lainnya.

“Ritual ini kami laksanakan tanggal 18 bulan 12 tahun 2571 Imlek ini. Bersih-bersih kelenteng ini diikuti beberapa komunitas dari Gereja Katolik Santo Yusuf Pati, TNI/Polri, rekan-rekan mulsim, dan komunitas lainnya. saya sangat berterima kasih atas partisipasinya. Dan toleransi yang ada di Pati,” jelasnya.

Menurut Edy, setelah ritual bersih-bersih kelenteng, Dewa Dapur akan melaporkan kepada Tuhan tentang kejadian selama satu tahun ini. Sebab, ritual ini dianggap sebagai pengantar para dewa-dewi naik ke atas kayangan. Sebelum ritual penyucian, pengurus kelenteng juga sembahyang terlebih dahulu berdoa kepada dewa-dewi supaya diberikan izin dikeluarkan dari tempatnya bersemayam.

“Ini agar memasuki tahun baru nanti, jiwa dan raga akan suci dari kesalahan yang membuat perjalanan hidup akan semakin cerah. Untuk menyambut Imlek, tahun ini ada banyak kegiatan. Ada pasar imlek, pembagian kue keranjang, kirab budaya, dan lainnya,” ucap dari Pengurus Gusdurian Pati ini.

Sementara itu Pengurus Gusdurian Pati Kiai Happy menambahkan, pada tahun tikus logam ini, berharap masyarakat semakin sejahtera. Secara filosofi, tikus merupakan binatang yang cerdik, ulet, dan suka kerjasama. Sedangkan logam melambangkan kekuatan.

“InsyaAllah di tahun tikus logam ini negara kita khusunya Kabupaten Pati bisa merasakan kesejahteraan dan tidak banyak kendala,” jelas Kiai Happy kemarin. 

(ks/put/him/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia