Kamis, 30 Jan 2020
radarkudus
icon featured
Grobogan

Menteri PUPR: Bendung Jebol di Grobogan Ditangani Tiga Hari

13 Januari 2020, 08: 04: 06 WIB | editor : Ali Mustofa

CEK LANGSUNG: Menteri PUPR RI Basuki Hadimulyono menyambangi bendung Glapan di Desa Glapan, Kecamatan Gubug, Grobogan, Sabtu (11/1) kemarin.

CEK LANGSUNG: Menteri PUPR RI Basuki Hadimulyono menyambangi bendung Glapan di Desa Glapan, Kecamatan Gubug, Grobogan, Sabtu (11/1) kemarin. (SAIFUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

GROBOGAN, Radar Kudus – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimulyono mengecek langsung bendung Glapan, Kecamatan Gubug, Grobogan. Bendungan ini jebol pada Rabu (8/1) lalu, sehingga menjadi salah satu penyebab banjir di delapan kecamatan. Dalam kunjungannya kemarin, menteri dua periode ini menjanjikan penanganan sementara dalam dua hingga tiga hari ke depan.

Menteri Basuki bersama rombongan tiba sekitar pukul 13.40. Langsung disambut Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Grobogan serta unit terkait, seperti BPBD Grobogan. Namun, Bupati Grobogan Sri Sumarni diwakili Sekda Grobogan Moh. Sumarsono karena sedang ada acara di Jakarta.

Dalam kesempatan itu, Menteri Basuki menyatakan permintaan maaf, karena baru tahu ada bendung yang jebol di Desa Glapan, Kecamatan Gubug. Pihaknya menjanjikan penanganan sementara bisa dilakukan secepatnya. Bahkan, dalam dua hingga tiga hari ke depan.

”Saya mohon maaf, baru tahu. Malah katanya ada enam titik. Jadi, sama seperti daerah lain. Kayak di Lebak (Banten), kayak kemarin di Bogor. Di daerah lain juga. Sekarang di Grobogan. Besok saya mau ke Brebes dan Indramayu,” kata dia setelah memantau perbaikan sementara di lokasi.

Dia mengatakan, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak cuaca ekstrem akan terjadi pada Februari mendatang. Mengenai penanganan bendung dan tanggul yang jebol, pihaknya menjanjikan penanganannya dalam dua hingga tiga hari ke depan.

”Kami harus selesaikan dalam dua-tiga hari ini. Kami tutup dulu sementara. (Perbaikan) permanennya akan kami lanjutkan. Saya tunjuk BUMN (Badan Usaha Milik Negara) untuk bisa mengerjakan ini,” tambahnya.

Untuk penanganan secara menyeluruh, tambah Menteri Basuki, harus dilakukan lelang pengerjaannya. Namun, pihaknya belum bisa memaparkan total anggaran yang dibutuhkan untuk penanganan secara tuntas.

”Anggaran? Belum tahu. Namanya penunjukan langsung darurat, garap dulu. Selesai, baru dihitung dan di-review oleh BPKP. Baru kita bayar,” terangnya.

Sementara itu, mengenai penanganan banjir di Jateng, pihaknya memastikan untuk beberapa daerah langganan sudah jauh berkurang. Seperti di kawasan Terminal Terboyo yang berada di Kecamatan Genuk, Semarang.

”Penanganan banjir di Jateng, kalau saya lihat di Semarang saya kira sekarang sudah jauh berkurang. Terboyo, Genuk, sekarang dibagi tiga polder. Barat sudah oke. Tinggal yang timur,” tegasnya.

Usai memberikan keterangan pers, Menteri Basuki bersama rombongan lantas meninggalkan lokasi. Hujan gerimis mengantarkan menteri dan rombongan melintasi jembatan Glapan untuk agenda berikutnya.

Sebagaimana diketahui, banjir di delapan kecamatan di Grobogan mengakibatkan dua warga meninggal, tiga rumah roboh, serta ribuan rumah terendam. Banjir yang mencapai lebih dari satu meter saat puncaknya itu, terjadi pada Rabu (8/1) malam hingga Kamis (9/1) lalu. Salah satu penyebabnya memang jebolnya bendung Glapan.

(ks/ful/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia