Kamis, 30 Jan 2020
radarkudus
icon featured
Features
Intan Permatasari, Model Asal Kudus

Kali Pertama Catwalk Diiringi Pasha Ungu

13 Januari 2020, 07: 42: 37 WIB | editor : Ali Mustofa

BERAWAL TAK SENGAJA: Intan Permatasari dalam salah satu sesi photoshot.

BERAWAL TAK SENGAJA: Intan Permatasari dalam salah satu sesi photoshot. (DOK PRIBADI)

Share this      

Intan Permatasari menjadi model yang sudah melalang buana. Karirnya bersama salah satu brand hiijab di Kabupaten Kudus berjalan mulus. Baru bergabung empat bulan, ia sudah go international. Dia sudah merasakan catwalk di Malaysia. Dalam waktu dekat, dia juga menjadi bintang tamu pemilihan model hijab di Negeri Jiran.

GALIH ERLAMBANG WIRADINATA, Kudus, Radar Kudus

NASIB seseorang tak selalu mulus dengan apa yang direncanakan. Kadang A bisa berganti B. Semua sudah ada yang ngatur. Manusia tinggal menjalankan dan berusaha.

Hal ini dialami Intan Permatasari. Gadis kelahiran Kudus ini, memilik cita-cita menjadi direktur di Bank Indonesia. Tetapi, Tuhan berkata lain. Sekarang, dia menjadi model brand ambasador hijab kenamaan asal Kudus.

”Awalnya direkomendasikan teman untuk diajak photoshot. Eh, ada saudara yang menyarankan untuk mendaftar di salah satu brand hijab kenamaan di Kudus,” ujar gadis berpipi lesung itu, saat menceritakan awal mula karir modelnya.

Intan -sapaan akrabnya- mengawali karir di dunia modeling baru dua tahun lalu. Tepatnya Februari 2018. Dari situ, ia mulai mendaftar di brand hijab kenamaan itu. Berbagai tes dan photoshot ia lalui. Namun nasib berkata lain. Intan gagal diterima menjadi model.

Tak patah semangat, ia akhirnya menjadi model di brand lain. Di sana ia dikontrak hampir satu tahun. Seiring berjalannya waktu, Intan mulai berkembang. Tawaran brand untuk menggunakan jasanya mulai berdatangan. Salah satunya brand hijab kenamaan asal Kota Kretek. Ia ditawari bergabung dalam tim.

”Juni 2019 saya ditawarin lagi masuk ke sana (tempat awal mendaftar). Ini kayak ada jalannya gitu,” bebernya.

Jalan Intan dalam menekuni dunia model kian mujur. Bergabung baru sekitar empat bulan, ia diajak fashion show di Malaysia. Pada 23-26 November, saat itu ia tengah mengikuti lauching merek hijab kenamaan asal Indonesia di Negeri Jiran.

Berbagai momen spesial dirasakan oleh gadis kelahiran Kudus, 9 Maret 1999 ini. Tidak hanya diboyong ke Negeri Jiran. Di sana dia juga merasakan momen yang bersejarah dalam hidupnya. Sebab, saat berjalan di catwalk ia diiringi lantunan lagu Band Ungu ”Cinta dalam Hati.” Lagu itu dinyanyikan sendiri Pasha Ungu. Di panggung ia diminta untuk berinteraksi dengan sang penyanyi. Rasa grogi dan senang bercampur jadi satu.

”First time catwalk di Malaysia kemarin, sekaligus diiringi Pasha Ungu. Grogi banget nggak bisa dijelaskan dengan kata-kata, ” ungkapnya sambil tersipu malu.

Untuk bisa nge-fill dengan brand tersebut, Intan dibantu langsung oleh sang pemilik dan mentor. Sebelum berangkat ke Malaysia ia harus belajar catwalk selama satu bulan. Selain persiapan latihan, kesiapan lain juga disiapkan. Mulai dari menjaga berat badan, kesehatan, dan konsentrasi.

Ia mengakui, catwalk lebih sulit daripada foto model. Lantaran harus bisa melakukakan pembawaan diri. Supaya tidak terlihat grogi dan demam panggung di hadapan penonton. Kendala dirasakan Intan. Untuk mengatisipasinya ia tetap menebar senyum manis di hadapan ratusan penonton.

Capainnya tidak berhenti di situ saja. Intan juga pernah melakoni photoshot dengan artis kenamaan. Di antaranya, Linda Ramadhanty, Adelia Pasha, Nisma Bahanan, dan beberapa artis lain.

”Selain bisa photoshot dengan artis, saya juga belajar banyak dari mereka. Mulai pose hingga menjaga mood. Karena itu penting banget,” ungkapnya.

Berangkat ke Malaysia maupun photoshot, Intan harus pintar membagi waktu. Sebab, statusnya masih menjadi mahasiswi Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muria Kudus (UMK). Ia menyiasati mengambil kuliah satu pekan dua kali pertemuan. Tekadang, jika ada photoshot di luar kota, setelah sesi ia pulang lebih awal. Karena jadwal perkuliahan sudah menunggu.

Dari modeling ini, Intan bisa lebih mandiri. Ia tak lagi merepotkan orang tuanya. Seperti ia jajan dan memenuhi kebutuhan dari hasil kerja kerasnya sendiri. Selain sibuk bekerja, ada projek yang tengah digarapnya. Mulai film web series hingga ia bakal bertolak ke Malaysia lagi. Di sana, ia bakal menjadi bintang tamu. Di acara pemilihan model hijab asal Indonesia di Malaysia.

”Semoga ke depan bisa lebih profesional dan fokus kepada projek ini,” harapnya. (*)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia